Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Bacaan 1, 2Sam 5:1-3; Bacaan 2, Kol 1:12-20; Injil, Luk 23:35-43

RAJA YANG TERSALIB

 

Hari Raya Kristus Raja ditetapkan tanggal. 11 Desember. 1925 oleh Paus Pius XI melalui ensiklik “Quas Primas”. Ensiklik itu bertujuan untuk memperkuat otoritas Kristus sebagai Raja dan Tuhan atas alam semesta. Pesta ini dirayakan pada Minggu terakhir Tahun Liturgi untuk menekankan aspek “kosmis dan eskatologis”. Kerajaan Kristus meliputi semesta alam dan bertahan selamanya.

Injil hari ini (Lk 23:35-43) menyebut Yesus sebagai Raja. “Inilah Raja Orang Yahudi” (ayat 38) dan “Ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (ayat 42). Mendengar kata “raja” maka akan terbayang istana megah, pakaian mewah, mahkota emas dll. Sementara Raja Kristus dalam injil hari ini sangat jauh berbeda : Dia bergantung di salib hampir tanpa busana, kepalaNya bermahkota duri, badanNya penuh luka serta tangan dan kaki tertusuk paku. Apa makna gambaran ini ? 1. Raja bukan cuma status melainkan tanggungjawab. “Noblesse oblige” (Bah. Perancis) artinya “kebangsawanan menuntut tanggungjawab”. Posisi menuntut seseorang untuk berperilaku yang sama. Pencitraan No, Tanggungjawab Yes ! 2. Raja Kristus turut merasakan suka-duka, penderitaan bahkan kematian rakyatnya. Raja yang sesungguhnya bukan cuma duduk di singgasana mewah, tapi mau “blusukan” ke rakyatnya. “Dia mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia” (Fil 2:7). 3. Raja Kristus berkorban demi rakyatNya. Kalau rakyat kerajaan dunia berani mati demi rajanya, Raja Kristus justru mati demi rakyatNya. “Ia taat sampai mati, bahkan sampai mati di salib” (Fil 2:8). 4. Raja Kristus menjanjikan kebahagiaan dunia dan akhirat. Ini janjiNya kepada si Penjahat di sebelah kanan : “Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”(ayat 43). Mari kita perbarui janji setia kita kepada Raja Kristus serta semoga semangat Raja Kristus menjiwai hidup kita sehingga kita pun suatu saat akan bersama-sama dengan Dia di dalam Firdaus abadi.