Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I :Yes 11:1-10, ; Bacaan II: Rom 15:4-13, Injil: Mat 3:1-12

TUNGGUL ANDA MATI ?

 

Dalam bacaan hari ini nabi Yesaya berkata: “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai”, kemudian Paulus menulis hal senada dalam bacaan kedua, dan dalam Injil Yohanes Pembaptis berkata: “setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.” Tunggul yang dimaksudkan Yesaya adalah sisa batang pohon (keturunan Daud) yang telah patah dan roboh karena banyak melakukan dosa, dan tidak menghasilkan buah yang baik. Akan tetapi dari tunggul patah itu Allah malah menumbuhkan suatu tunas baru yaitu Yesus, yang melalui kasih, dan pengurbanan-Nya justru menyelamatkan seluruh umat manusia.

Bagi kita: “Adakah kita juga memiliki tunggul-tunggul itu dalam hidup kita?” Sisa-sisa batang kehidupan, yang telah patah dalam kegagalan, kesalahan dan kedosaan kita? Adakah kita masih sering memandangi tunggul-tunggul itu dengan penuh kesedihan, sesal dan gagal move on?

Menyambut kedatangan Kristus dalam advent ini, kita diajak untuk bersama Kristus menumbuhkan kembali tunggul kehidupan kita, dengan penuh harapan agar dapat berbuah baik. Khususnya, menyambut Hari Difabilitas Internasional—3 Desember 2016, kita diingatkan akan saudara-saudara kita penyandang difabilitas, untuk mulai menumbuhkan kepedulian kepada mereka, jangan sampai mereka akan hanya tinggal patah menjadi tunggul-tunggul mati dalam masyarakat karena ketidak pedulian kita, melainkan sebaliknya mereka dapat tumbuh menjadi tunas yang kuat dan berbuah baik karena perhatian dan kepedulian kita.

Semoga advent kali ini: “seperti hujan yang turun ke atas padang rumput” (Mazmur hari ini), yang kita jalani dengan mulai menumbuhkan berbagai harapan, niat baik dan kepedulian di dalam hidup kita, khususnya kepada saudara-saudara kita penyandang difabilitas. Saudara-saudara kita sungguh butuh diterima, disapa, dipedulikan, dan dilayani dalam kasih, karena: “segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25:40). Dan seperti kita menyambut kedatangan Kristus, Sang Tunas yang dikaruniakan Allah kepada kita, marilah kita mulai menerima saudara-saudara kita penyandang difabilitas yang telah dihadirkan Allah, sebagai karunia dan sarana untuk menghasilkan buah yang baik.