Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I : Yes. 35:1-6a,10 ; Bacaan II: Yak. 5:7-10, Injil: Mat 11:2-11

DENGARKAN DAN LIHATLAH ! 

 

 

Yohanes Pembaptis bertanya kepada Yesus melalui muridnya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”. Pertanyaan ini mengherankan, karena ia seharusnya sudah tahu siapa Yesus saat ia membaptis-Nya, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu” Mat 3:14. Seluruh hidup Yohanes dibaktikan untuk melakukan dan mengatakan kebenaran, tetapi yang diperolehnya adalah hukuman penjara, mungkin itulah sebabnya ia bertanya. Dan Yesus menjawabnya: “apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, —orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”Kitapun kadang mengalami yang dirasakan oleh Yohanes Pembaptis. Kita telah berusaha hidup baik dan mempertahankan kebenaran, akan tetapi yang kita dapatkan adalah hidup seperti dalam penjara kesulitan yang tidak ada habis-habisnya. Dan mungkin pernah pula kita bertanya kepada: “Kapankah Tuhan membebaskan aku dari kesulitan, dan berapa lama lagi kuharus menunggu?”. Jawaban Yesus kepada kita: “Berhentilah, dengarlah dan lihatlah!”, karena kita kadang larut dalam kesulitan kita, tidak menyadari bahwa masa Advent diadakan untuk berhenti sejenak, melihat dan mendengarkan penghiburan yang dibawakan Tuhan.

Saat kita sungguh berhenti, mendengarkan dan melihat betapa banyak karya dan kebaikan yang dikerjakan Tuhan dalam hidup kita, maka kita akan mulai bersyukur. Seperti yang dikatakan Yesaya untuk menghibur umat Israel: “Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; —Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah—Kuatkanlah hati, janganlah takut!” (Bacaan pertama), dan Yakobus berkata: “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan.” (Bacaan kedua). Masa Adven adalah waktu yang tepat untuk berhenti, mengalihkan telinga dan mata kita dari kesulitan hidup, serta mulai mendengarkan dan melihat karya Tuhan dalam hidup kita, karya yang selama ini tidak terlihat karena kita belum mau membuka telinga dan mata untuknya. Semoga Adven ini membuka mata dan telinga kita, agar kita “Berbahagia karena tidak kecewa dan menolak Dia” karena selama ini dibutakan dan ditulikan oleh berbagai masalah hidup kita.