Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I : Yes 7:10-16 Bacaan II: Rom 1:1-7 Injil: Mat 1:18-25

MENJADI SANTO YUSUF

 

Bacaan minggu advent terakhir ini mengkhususkan diri pada santo Yusuf. Sebenarnya kisah tentang santo Yusuf sangatlah sedikit, bahkan tidak ada satu patah katapun darinya yang tercatat di dalam Injil, akan tetapi hal itu justru menunjukan betapa luar biasanya imannya.

Kita mengetahui bahwa bunda Maria: melihat sendiri malaikat yang mengunjunginya, merasakan sendiri perubahan yang terjadi dalam tubuhnya karena mengandung dari Roh Kudus, mendengar sendiri salam Elisabeth yang memanggilnya ibu Tuhan, menemukan sendiri terpenuhinya nubuatan-nubuatan kitab suci tentang apa yang dialaminya, sehingga ia menyanyikan magnificat. Sedangkan sebaliknya, santo Yusuf sama sekali tidak mengalami satupun dari hal-hal itu, yang dialaminya adalah tunangannya tiba-tiba mengandung bukan dari dirinya, bahkan ia tidak menemukan satupun ayat kitab suci yang berbicara tentang apa yang dialaminya. Hal terbesar yang dialaminya mungkin hanya bermimpi bertemu malaikat yang memintanya untuk menikahi Maria. Dan bila kita mau jujur, sesungguhnya mimpi Yusuf itu sangat tidak masuk akal dan sulit dipahami— tetapi Yusuf memilih untuk percaya! Akibat dari keputusan Yusuf untuk percaya ini, bukan hanya membuatnya tidak menceraikan Maria (bahkan selamanya menjadi suami Maria), tetapi membuat Yusuf juga menjadi ayah dan pelindung sang juru selamat.

Selain itu, Yusuf tidak hanya berhenti dengan menjadi percaya saja, ia juga menghidupkan kepercayaannya dengan membantu bahkan mengurbankan dirinya, untuk mempersiapkan kedatangan Imanuel yang membutuhkan perjuangan tidak sedikit, bahkan kemudian Yusuf pun mengurbankan hidupnya dan umurnya untuk melindungi dan membesarkan Yesus.

Iman Yusuf ini mungkin mirip dengan yang kita alami. Tidak seperti Maria yang mengalami langsung berbagai tanda kehadiran Tuhan dalam hidup, santo Yusuf tidak mengalami itu semua. Karenanya, pada minggu advent terakhir ini, hendaknya kita belajar dari santo Yusuf, yang memilih untuk percaya! Karena dengan begitu kita menjadikan Yesus sebagai keluarga kita (Mat 12:49-50); inilah pengajaran terbesar santo Yusuf kepada kita. Ya Bapa, ijinkanlah aku untuk belajar menjadi seperti santo Yusuf, memiliki iman seperti yang dimilikinya, mempersiapkan kedatangan Putra-Mu dengan ketulusan hati, lalu merawat serta membesarkan kepercayaan akan Yesus dalam diriku.