Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1 :  Zef 2:3,3:12-13 Bacaan 2 : 1Kor 1:26-31 Injil : Mat 5:1-12a

Empunya Kerajaan Sorga !

 

Ketika ditanya, siapakah pemilik atau empunya Kerajaan Sorga? Dengan tegas akan dijawab “Allah Bapa !” Tetapi Yesus hari ini mengajarkan dalam Sabda Bahagia .. “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat 5:3).  Kalau begitu apakah orang yang kaya tidak bisa menjadi empunya Kerajaan Surga ?
Orang yang miskin pada umumnya punya ciri-ciri : sederhana, rendah hati, bergantung pada kebaikan orang lain dan sering juga dianggap bodoh, lemah, tidak terpandang, hina dll  Dalam Injil hari ini Yesus tidak mempersoalkan orang miskin duniawi, tetapi orang yang miskin di hadapan Allah. Orang yang punya sikap sederhana, rendah hati, tidak merasa pandai, lemah dan hidupnya menggantungkan diri pada kebaikan dan kasih Allah. Orang yang punya sifat demikianlah akan jadi empunya Kerajaan Allah,  bukan setelah ia mati, tetapi saat hidup karena hidupnya damai dan menjalaninya sesuai dengan ajaran kasih Nya. Seperti yang telah dikatakan oleh Nabi Zefanya : carilah Tuhan dan lakukanlah hukum-Nya, carilah  keadilan, kerendahan hati dan perlindungan Tuhan (bdk Zef 2:3, 12)
Paulus juga menegaskan kepada jemaatnya di Korintus bahwa apa yang bodoh, lemah, tidak terpandang, hina tidak berarti bagi dunia, telah dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang merasa lebih pandai, kuat, berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri dihadapan Allah. (bdk 1Kor 26-29).  Semoga dalam kehidupan keseharian kita ditengah masyarakat, kitapun bisa berlaku tidak sombong dan merasa hebat sehingga menganggap rendah orang lain seperti orang kaya, melainkan hidup sederhana, lemah lembut, murah dan suci hati, pembawa damai dan tetap berbahagia walau dicela dan dianiaya karena mengikuti Tuhan. Yesus mengatakan “Bersukacitalah dan bergembiralah karena upahmu besar di sorga” (bdk Mat 5:1-12)