Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Kej. 12: 1-4a.  Bacaan II: 2 Timotius 1:8a-10. Injil: Mat. 17:1-9.

BERDIRILAH, JANGAN TAKUT

 

Para ahli Psikologi umumnya merumuskan rasa takut sebagai suatu mekanisme pertahanan diri manusia yang terjadi sebagai respons terhadap suatu ancaman. Selanjutnya Dr. John MacArthur, seorang ahli Biblical Counseling menyebutkan bahwa ada 2 penyebab rasa takut yang sering melanda orang Kristen antara lain, (1) Hati nurani yang merasa bersalah oleh karena dosa, hingga adanya rasa takut akan hukuman dari Allah. (2) Kurangnya rasa percaya, bahwa Tuhan dapat mengatasi situasi yang dihadapinya.
Dua penyebab ketakutan diatas yang kiranya melanda Petrus, Yakobus dan Yohanes di atas gunung. Selain rasa kagum dan rasa bahagia karena pengalaman rohani yang mereka alami bersama Yesus, mereka juga sangat ketakutan ketika mendengar suara yang mengatakan: “inilah anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia”. Gemuruh awan yang disertai suara membuat mereka tersungkur oleh rasa takut yang luar biasa. Mereka takut karena perasaan tidak layak dihadapan kemuliaan dan kesucian Tuhan Yesus. Mereka juga takut karena kurang yakin bahwa Yesus dapat menyelamatkan mereka dari situasi yang gawat itu. Tetapi Tuhan Yesus yang memahami setiap situasi bathin manusia, mendekati mereka, menyentuh mereka dan berkata: “berdirilah, jangan takut.”
Rasa takut bisa menghinggapi kita kapan dan di mana saja, bila kita masih hidup terus dalam kubangan dosa. Kita akan cemas, kuatir dan takut ketika berhadapan dengan hal-hal ilahi dan kudus dari Tuhan. Di masa puasa ini Yesus mengajak kita umat Kristiani yang tersungkur terus menerus oleh dosa dan kelemahan manusiawi kita, supaya berdiri dan jangan takut. Kita diajak seperti Abraham dalam bacaam pertama untuk keluar dari kampung halaman dosa kita dan pergi ke tanah yang dijanjikan Tuhan, yaitu tanah kebebasan dari dosa dan hidup dalam kemuliaan Allah bersama Yesus. (LN).