Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Perarakan Mat.21:1-11. Yes.50:4-7 Bacaan II:Flp.2:6-11 Bacaan Injil : Mat.26:14-27:66 Mat.27:11-54

KERENDAHAN HATI

 

Kita memasuki masa Pekan Suci. Inti Pekan Suci menghadirkan peristiwa iman: Sengsara, Wafat, dan berpuncak pada Kebangkitan Yesus Kristus. Dalam peristiwa iman ini Allah selalu mengingatkan kita agar hidup dengan rendah hati. Allah sendiri telah memberikan contoh konkrit seperti dalam Fil 2:8 “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
Kerendahan hati merupakan keutamaan dasar yang harus dihayati oleh setiap umat beriman. Para ahli moral merumuskan nilai kerendahan hati itu sebagai suatu sikap dan perilaku yang tidak suka menonjolkan diri atau bersikap tenggang rasa terhadap orang lain. Contoh konkrit tentang kerendahan hati ini terlihat jelas dalam proses pemenuhan karya keselamatan Allah yang telah mengutus Anak Tunggal-Nya Yesus Kristus ke dunia untuk menebus umat manusia dari kuasa dosa. Rentetan peristiwa iman seperti dalam bacaan Injil Mat 21:1-11 bagi kita membawa pesan ajakan untuk meninggalkan dosa dan cara hidup lama yang tak sesuai dengan ajaran Kristus, mematikan kehendak duniawi, sikap dan perilaku jahat, serta memulai hidup sesuai dengan panggilan dan tugas perutusan kita masing-masing sebagai orang yang telah dibaptis atas nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Itulah sebabnya dalam perayaan malam Paskah kita selalu diajak untuk memperbarui diri kembali dalam janji baptis.
Jadi jelaslah tugas kita sebagai umat pilihan-Nya yakni melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah dengan segala kerendahan hati dan tidak memegahkan diri seperti dikatakan rasul Paulus dalam Ef 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.” (VH)