Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Kis.2:42-47 Bacaan II:1Ptr.1:3-9 Bacaan Injil :Yoh.20:19-31

Kita Diutus Jadi Saksi Kerahiman Kristus

 

Kita memasuki Minggu Paskah II. Bapa Gereja Santo Agustinus menyebutnya sebagai 'Hari-Hari Belas kasihan dan Pengampunan' atau 'Hari-Hari Penuh Pengampunan'.
Belas kasihan dan pengampunan Tuhan itu nyata dalam penebusan Kristus. Penebusan Kristus itu bukan dengan barang fana, atau emas dan perak tapi dengan darah-Nya yang mahal [1Ptr 1:18-19].
Sabda Tuhan dalam bacaan Injil Yoh.20:19-31 di antaranya mengisahkan tentang Tomas yang juga disebut Didimus sebagai murid Yesus yang tak mudah percaya dengan kabar tentang kebangkitan Kristus. Bahkan kesaksian teman-temannya sendiri pun tak dipercaya. Barulah setelah Yesus sendiri yang memperlihatkan kerahiman-Nya dengan menunjukkan bekas luka di telapak tangan dan lambung, Tomas menjadi percaya.
[Yoh.20:27] Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
Lambung Yesus yang tertikam dengan darah dan air mengalir secara cuma-cuma bagi manusia itu menjadi sumber belaskasihan Allah. Tomas merasakan sendiri belaskasih-Nya dan dengan penuh keyakinan ia berucap, "Ya Tuhanku dan Allahku!" [Yoh.20:28].
Tuhan menginginkan kabar kebangkitan dan belaskasihan-Nya tak hanya bisa dikenyam oleh para murid dan Gereja-Nya saja namun juga mereka yang tak mengenal dan melihat Dia.
[Yoh.20:29] Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Jadi tugas kitalah sebagai murid Yesus untuk menjadi saksi dan mengabarkan belas kasih Ilahi bagi dunia dan semua orang.