Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Kis.2:14,22-33    Bacaan II:1Ptr.17-21    Bacaan Injil :Luk.24:13-35 

Iman kepada Kristus

 

Jika Anda kini ditanya, 'Apakah yang paling berharga dalam hidup Anda?' Jawabannya bisa amat beragam. Bisa jadi ada yang menjawab kesehatan. Atau mungkin juga ada yang menjawab jabatan, harta, dan kekayaan berlimpah. Atau barangkali ada yang menjawab keluarga, dll. Apakah ada yang keliru dengan jawaban tersebut? Tidak. Tapi jawaban itu masih bisa disempurnakan lagi dengan tambahan: 'Iman kepada Kristus'. Sebagai pengikut dan murid Yesus, beriman kepada 'Tuhan yang Hidup' menjadi harta paling berharga dalam kehidupan kita. Bukankah oleh karena belas kasihan-Nya, kita telah ditebus dari dosa dan cara hidup sia-sia dengan darah-Nya yang kudus secara gratis? [1 Ptr 1:18-19]. Bagi para murid, Yesuslah harta paling berharga. Ketika Yesus ditangkap, disalib, dan wafat, para murid merasa sangat kehilangan. Hidup mereka serasa tanpa arah dan penuh ketakutan. Terlebih ketika berembus kabar bahwa kuburan Yesus kosong dan jenazah Yesus hilang. Kondisi para murid makin tak menentu. Kegalauan hati mereka terlukiskan dalam kisah perjalanan dua murid ke Emaus, seperti bacaan Injil Minggu Paskah III [Luk 24:13-35].
Para murid yang ketakutan masih sulit menerima Kabar kebangkitan Yesus, meski selalu membicarakan Dia, hingga akhirnya Yesus sendiri hadir di tengah-tengah mereka.
[Luk 24:30-31] Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kita yang menyatakan diri sebagai pengikut Kristus juga kerap tak mau menyadari dan bahkan kadang tak mempedulikan kehadiran Sang Penebus dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pengikut Yesus, kita juga jarang menyapa Dia secara sadar dan penuh kerinduan semisal membaca Sabda-Nya setiap hari.
Semoga sapaan Tuhan dalam bacaan Injil kali ini membuat hati kita berkobar-kobar [Luk 24:32] serta kembali menyadarkan kita sebagai manusia yang telah ditebus dan terbebas dari belenggu dosa. (VH)