Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Kis 2:14a.36-41 Bacaan II: 1Pet 2:20b-25 Bacaan Injil : Yoh 10:1-10

Kepemimpinan Iman

 

Di dalam Injil Yohanes tujuh kali Yesus mengatakan “Aku adalah”. Yesus mengatakan bahwa beliau adalah (1) Roti yang Hidup, (2) Cahaya Dunia, (3) Pintu, (4) Gembala yang Baik, (5) Kebangkitan dan Hidup, (6) Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan, (7) Pokok Anggur. Dalam bacaan injil hari ini ditampilkan persamaan yang ketiga, “Aku adalah pintu”.
Dalam konteks injil hari ini, pintu yang dimaksud bukanlah pintu surga, tetapi justru pintu kepada umat (domba). Ada begitu banyak orang yang berusaha meyakinkan umat bahwa dia adalah pemimpin umat. Tapi lihat dulu. Apakah dia mendekati umat melalui Yesus, atau tidak. Kalau ya, dia adalah pemimpin umat yang sejati. Kalau tidak, dia pemimpin abal-abal. Sekadar cerita latar, sejatinya domba bukanlah binatang domestik. Secara alamiah dia adalah binatang komunitas pengembara. Mereka selalu menunduk merumput, tanpa hirau pada yang terjadi di sekeliling. Karena itu domba akan mudah tersesat, ikut masuk jurang kalau pimpinan kawanan masuk jurang, dan mudah disesatkan oleh pemimpin palsu, termasuk oleh pencuri dan perampok.
Pendek kata domba adalah binatang lugu yang sangat bergantung pada arahan, tuntunan, dan perlindungan si gembala. Jadi injil hari ini bukanlah soal bagaimana masuk surga melalui Yesus. Injil justru mengajak kita semua untuk menjadi “gembala yang baik.” Kita mendapatkan tugas untuk membantu saudara-saudara kita yang selalu menunduk mencari rumput, yang tak sadar telah dipandu menuju jurang, yang tak sadar akan hadirnya pemimpin palsu. Gembala yang baik adalah yang masuk kandang melalui pintu, yakni Yesus sendiri. Maka, dari sudut pandang domba, semestinya mudah untuk membedakan gembala dari maling dan perampok, yakni apakah seseorang datang kepada mereka melalui Yesus. Pada skala ini, bukanlah soal kita imam atau awam.
Ini hanya soal apakah kita membawa dan menampakkan wajah Yesus. Seawam-awamnya kita, jika mampu menghadirkan wajah Yesus, kitalah gembala yang dimaksud – gembala yang baik. (her)