Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I:   Kis 8:5-8,14-17 Bacaan II:  1Pet 3:15-18 Bacaan Injil : Yoh 14:15-21

Karl Rahner

 

Pernah mendengar nama Karl Rahner? Beliau pastor Jesuit kelahiran Jerman 1904, salah satu pemikir utama Konsili Vatikan II. Tulisan pendek ini saya sederhanakan berdasarkan pemikiran beliau.
Salah satu pertanyaan besar yang dijawab secara sederhana oleh Rahner adalah tentang Allah Tritunggal. Apa itu Allah Tritunggal? Apa dasar doktrin itu? Salah satu dasar yang dirujuk Rahner adalah bacaan injil minggu lalu dan hari ini, yakni Yohanes bab 14.  Pada bacaan Minggu lalu Yesus berkata bahwa Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa… (karena)  Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku. Yesus sendiri yang mengatakan bahwa dia dan Bapa adalah “identik”. Lantas Rahner kemudian penjelas: Allah Bapa adalah Tuhan sejauh kita imani dan pahami sebagai Pencipta, yang Mahakuasa, Maharahim, dan aneka labelnya. Sedangkan Allah Putera  adalah Tuhan sejauh menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus.
Bagaimana dengan Allah Roh Kudus? Inilah yang kita baca hari ini. Disebutkan bahwa Allah akan mengirimkan Penolong, dan Ia akan menyertai kamu dan diam di dalam kamu. Artinya, ini berbicara mengenai keberadaan dan bersemayamnya Tuhan dalam diri kita, orang per orang. Allah masuk, tinggal, dan bersemayam dalam diri kamu. Kebersemayaman ini diperkuat lagi dalam kalimat, Kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Dari teks ini Rahner menarik kesimpulan, itulah Roh Kudus. Roh Kudus adalah Tuhan sejauh ada, tinggal, dan bersemayam daIam diri manusia. Roh itulah yang memungkinkan manusia yang serba terbatas ini mengenal Allah yang serba tak terbatas. Roh inilah yang membuat manusia mengatasi keterbatasan akal budinya, sehingga Allah yang tak terbatas itu bisa dikenalinya.  Hanya karena di dalam manusia ada Roh, ada Tuhan, maka dia bisa mengenali Allah.
Di lain pihak, pengenalan itu “dimudahkan” bukan hanya dengan cara “mengangkat” akal budi manusia, tetapi juga dengan cara Tuhan sendiri “turun”, sampai ke tahap sangat manusiawi, dalam diri manusia Yesus. (her)