Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Yer 20:10-13 Bacaan II: Rm 5:12-15 Bacaan Injil : Mat 10:26-33

MENGAPA TAKUT AKAN ALLAH ?

 

Yesus bersabda pada Injil hari ini, “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” Ringkasnya pesan ini berkata: Jangan takut kepada apapun, takutlah hanya kepada Allah. Tetapi pada saat yang sama, konon dalam kitab suci terdapat 365 kata “jangan takut”. Bukanlah agak bertentangan pesan itu? Tetapi, dalam kenyataanya, apakah memang manusia setiap harinya dirundung ketakutan?

Sebenarnya, kita jarang sekali merasa takut. Dan itu karena manusia memiliki kemampuan untuk mengalihkan rasa takutnya dengan berpegang pada hal-hal yang dianggapnya merupakan jaminan kesejahteraannya, seperti pekerjaan yang baik, dan kondisi keuangan berlebih, dan setelah memperolehnya mereka menghibur diri dengan berbagai hiburan dan melupakan ketakutan mereka. Pada saat berada dalam kondisi seperti itu, orang dapat memandang hidup dan kematian sebagai sesuatu yang sederhana saja.

Sayangnya hidup manusia seperti gelas kaca, mudah sekali retak dan pecah, sekali kesulitan atau penyakit melanda maka hilanglah perasaan tenteram yang sementara itu. Bacaan pertama justru menggambarkan manusia yang berada dalam puncak ketakutannya , akan tetapi ia dapat menjadi kuat karena mengimani Tuhan sebagai pahlawan yang gagah, yang melindunginya.

Dan bacaan kedua mengingatkan bahwa dosa adalah maut, yang memisahkan manusia dengan Allah. Dan pertolongan kita satu-satunya adalah Kristus, yang mematahkan penghalang antara manusia dengan Allah. Dan pesan-Nya hari ini sungguh indah. “Takutlah terutama kepada Dia.” Yaitu Allah. Dan takut kita kepada Allah adalah bukanlah seperti takut kita pada maut dan kematian, sebaliknya takut kepada Allah, adalah rasa takut yang sehat, seperti takut kepada yang orang-orang yang kita kasihi, pasangan, anak, saudara. Yaitu takut kehilangan Allah, takut bila menjauh daripada Dia.

Takut yang menyebabkan kita selalu ingin mendekat kepada-Nya, kekasih kita yang sejati. Terima kasih Yesus, telah mengingatkan kita untuk selalu takut akan Allah.—aj