Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: 2Raj. 4:8-11.14-16a Bacaan II: Rm.6:3-4.8-11 Bacaan Injil : 10:37-42

KONSEKUENSI PENGIKUT KRISTUS

 

Tgl. 2 Maret 1878 seorang imam muda, Yosef Freinademetz, menerima salib misi dari Serikat Sabda Allah (SVD) dan 15 Maret 1979 berangkat menuju Cina. Dia ditempatkan di Shantung Selatan, yang jumlah umat katoliknya baru 158 orang.
Selain belajar Bahasa Cina, dia juga belajar budaya Cina bahkan selalu mengenakan pakaian Cina. Kepada pimpinannya di Steyl / Belanda, dia menulis : “Aku amat mencintai orang Cina. Aku ingin meninggal dan dikuburkan di tengah-tengah mereka. Bahkan jika di surga nanti, aku ingin tetap menjadi orang Cina”. Selama 29 thn bekerja di Cina, tidak pernah sekalipun dia berlibur ke daerah asalnya di Tyrol Selatan – Italia Utara. Setelah diserang penyakit TBC dan typhus, Freinademetz meninggal tgl 28 Jan 1908. Krn kesalehan dan kecintaannya kepada gereja lokal, Freinademetz diberi gelar SANTO oleh Paus Yohanes Paulus II pada 5 Okt 2003. Dan peringatannya jatuh pada setiap tanggal 28 Januari. Tiga keteladan utama Santo Yosef Freinademetz : meninggalkan orangtua, sanak-keluarga dan tanah kelahirannya untuk bermisi di Cina, mencintai umat yg dilayaninya bahkan menjadi "satu" dgn mereka serta berani kehilangan nyawa demi pelayanannya itu ! Injil Matius hari ini (Mat 10:37-42) menegaskan 3 konsekuensi utama menjadi pengikut Kristus, yaitu : 1) Mengasihi Allah lebih daripada mengasihi orangtua bahkan keluarga sendiri; 2) Bersedia memikul salib, 3) Berani kehilangan nyawa.

Pertama : prioritas. Mengasihi Allah merupakan nilai tertinggi dibandingkan mengasihi sesama dan harta benda duniawi. "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya (=kehidupan kekal)" (Mat 16:26). Refleksi bagi kita : siapkah kita untuk mengenyampingkan urusan keluarga, dan lain-lain guna menghadiri Ibadah di Gereja atau di lingkungan ? Kedua, Risiko. Tantangan, penolakan bahkan ancaman karena iman adalah salib yang harus kita pikul. Kita percaya bahwa salib adalah jalan menuju keselamatan. Tanpa Salib, tidak ada keselamatan, tidak ada kebangkitan. Apakah kita mau berkorban untuk tugas pelayanan atau tanggungjawab yang kita pikul sebagai warga gereja ?

Ketiga, kehilangan. Sejarah kekristenan tidak terlepas dari kemartiran. Namun "barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya" (ayat 39). Kita bisa kehilangan "hidup duniawi", namun kita akan memperoleh "hidup surgawi". Ketika diancam akibat tindakannya membasmi koruptor, seorang Gubernur yang nota bene beragama Kristen berkata, “Jika aku mati karena perjuanganku, maka tulislah di batu nisanku kata-kata ini – Mati adalah keuntungan (Fil 1;21)”. Inilah konsekuensi menjadi pengikut Kristus (YS).