Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Zak. 9:9-10 Bacaan II: 8:9.11-13Bacaan Injil : Mat 11:25-30

LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI

 

Injil hari ini (Mat 11:25-30) terdiri dari 6 ayat dan terbagi dlm 3 bagian, yaitu 1) Ucapan Syukur (ayat 25-26); 2) Pernyataan Diri (ayat 27) dan 3) Ajakan (ayat 28-30). Pertama, Yesus mengucap syukur krn misteri kerajaan Allah dinyatakan kpd “orang kecil”. “Orang kecil” bkn berarti org yg fisiknya kecil, org miskin atau org tdk berpendidikan. “Orang kecil” artinya “orang yg merasa kecil di hadapan Allah; orang yg slalu mengandalkan hidupnya kpd Allah”.
Orang kecil adalah orang yg merasa dirinya “tdk berarti dan tdk berdaya” tanpa Allah. Kedua, pernyataan atau pewahyuan Diri Yesus. Ayat seperti ini banyak ditemukan dlm injil Yohanes, seperti : 1:18; 3:35; 6:44; 14:6 dan 17:1 dst, sehingga disebut sbg “ayat-ayat Yohanes”. Yesus menegaskan kesatuanNya dgn Allah : “tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak” (ayat 27). Ini sebuah pernyataan penting dan menjadi salah satu dasar iman Kristiani bahwa “hanya melalui Kristus kita dpt mengenal Allah”. (Bdk. “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup – Yoh 14:6). Kristus adalah penjelmaan Allah menjadi manusia (Yoh 1:1-18) dan Kristus adalah Emmanuel atau Allah beserta kita (Mat 1:23). Ketiga, ajakan utk belajar bersikap lemah-lembut dan rendah hati. Lemah-lembut artinya memiliki kepribadian (siap menderita, terbuka terhadap teguran Tuhan dan mudah dibentuk), pandangan (memahami org lain dan tidak menuntut), kata-kata (menenangkan dan tidak marah) dan respons yg pro-aktif. Rendah hati adalah sikap menerima diri apa adanya serta menerima dan menghargai orang lain. Lemah-lembut dan rendah hati bukan tanda kelemahan, melainkan tanda karakter yg kuat. Org yg lemah lembut dan rendah hati mampu menjalin relasi yang sehat dgn orang lain. Sikap “lemah lembut dan rendah hati” biasanya dilandasi KASIH ! Tuhan sendiri telah menunjukkan "kerendahan hati dan kelemah lembutan" melalui penjelmaanNya (bdk. "Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib" - Fil 2:8). Ajakan utk bersikap “lemah lembut dan rendah hati” sangat relevan di saat bangsa kita diterpa oleh ujaran kebencian, kekerasan, hujatan, fitnah, dll. Presiden Jokowi sendiri meminta masyarakat utk menghentikan penyebaran berita bohong, fitnah, kebencian, hasutan, permusuhan, dll. (Kompas.com, 8 Juni 2017). Dan hanya dgn sikap lemah lembut dan rendah hati, rantai : kebencian, kekerasan, hujatan dapat dihentikan. Maka marilah kita meneladani sikap Tuhan yg slalu lemah lembut dan rendah hati serta berdoa : “Yesus, yg lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti HATIMU!” (YS).