Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Yes 55:10-11 Bacaan II: Rm 8:18-23 Bacaan Injil : Mat 13:1-23

JADILAH PELAKU FIRMAN

 

Injil hari ini (Mat. 13:1-23) berbicara tentang perumpamaan seorang Penabur. Yesus menggunakan perumpamaan agar pendengarnya lebih mudah menangkap maksud Yesus karena “tidak semua diberi karunia untuk mengetahui rahasia kerajaan sorga” (ayat 12).

Ada 4 jenis tanah, yaitu : 1) tanah pinggir jalan; 2) tanah berbatu; 3) tanah semak belukar; 4) tanah subur. Dalam penjelasannya : benih itu adalah Firman Allah. Empat jenis tanah adalah 4 jenis manusia, yaitu : 1) Manusia yang tidak menerima Firman Allah; 2) Manusia yang menerima Firman Allah tapi tidak hidup seturut Firman itu; 3) Manusia yang menerima Firman Allah, hidup menurut Firman itu, tapi menyerah karena berbagai kesulitan hidup; 4) Manusia yang menerima Firman Allah, hidup seturut Firman itu serta konsisten menjalankannya dan membuahkan hasil berlimpah.

Ini yang kita sebut “PELAKU FIRMAN”. Bagaimana menjadi PELAKU FIRMAN ? Pertama, harus membaca Kitab Suci. Menurut St.Hieronimus :“Ignoratio scripturarum, ignoratio Christi est” (tidak kenal Kitab Suci, artinya tidak kenal Kristus). Carilah versi ALKITAB + Deuterokanonika kerjasama Lembaga Alkitab dan Lembaga Biblika Indonesia. Usahakan baca per buku secara berurutan (46 buku Perjanjian Lama dan 27 buku Perjanjian Baru) atau sesuai bacaan harian atau Renungan Harian Katolik, dll. Kedua, temukan kebenaran iman atau hal penting atau hal yang menarik di dalam bacaan Kitab Suci. Ketiga, renungkanlah kebenaran iman itu dan buatlah langkah-langkah praktis yang dapat dijalankan dalam hidup sehari-hari. Tidak ada gunanya membaca Kitab Suci kalau tidak dijadikan pedoman dalam hidup kita.

Seperti kata Pemazmur : "FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mzm 119:105). Keempat, berdoa ! Kitab Suci adalah Allah yang berbicara kepada manusia. Maka sebelum / sesudah membaca Kitab Suci kita harus berdoa, agar Roh Allah memampukan kita utk memahami kebenaran Allah yang tercantum dalam Kitab Suci dan mendorong kita untuk menghayatinya di dalam hidup sehari-hari. Pertanyaan refleksi utk kita : tanah jenis manakah kita ? Semoga kita tergolong jenis tanah subur yaitu “PELAKU FIRMAN”: di mana Firman Allah diterima, dihidupi secara konsisten dan menghasilkan buah berlimpah !