Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I : Yeh 33:7-9; Bacaan II :Rm 13:8-10; Injil : Mat 18:15-20

BERANI MENEGOR, BERANI MENGAKU SALAH

 

Ada keengganan orang timur menegor saudaranya yang berbuat dosa karena merasa diri juga berdosa; apalagi ada ‘dasar’ firman bahwa Tuhan Yesus sendiri mengecam orang yang melihat selumbar di mata saudaranya, sedangkan balok di dalam matanya sendiri tidak diketahui. Kali ini kita akan melihat hal ‘menegor saudara’ ini dari sudut yang berbeda. Manusia memang tidak berhak menghakimi, tapi mengingatkan sesama agar tidak berbuat dosa adalah kewajiban! [..] Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! -- dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. (Ez33:7-8). Kita wajib mengingatkan dengan niat tulus agar saudara yang berbuat dosa bertobat; sebaliknya, apabila diingatkan, kita juga harus berpikir positif bahwa itu bermaksud agar kita terhindar dari hukuman Allah.
Tuhan Yesus sendiri berfirman agar kita menasihati sesama. "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. (Mat18:15-16). Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. (Ez33:9). Marilah mengubah budaya ‘ewuh-pakewuh’ yang intinya ‘melarang’ menasihati orang lain sebelum diri sendiri sempurna. Marilah belajar saling mengingatkan dengan niat hati yang tulus; yang penting adalah esensinya: apabila kebenaran disampaikan dengan ketulusan hati, maka nasihat dari siapapun harus diterima dengan penuh syukur. Semoga…(YH)