Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I : Sir 27:33-29:9; Bacaan II :Rm 14:7-9; Injil : Mat 18:21-35

MENGAMPUNI SAUDARA

 

Hukuman oleh Pengadilan Negara adalah bentuk ‘balasdendam’ resmi untuk melaksanakan keadilan. Apakah hal ini boleh dilakukan secara pribadi? Mata ganti mata, gigi ganti gigi, bengkak ganti bengkak, dst? Dendam kesumat dan amarahpun sangat mengerikan juga, dan orang berdosalah yang dikuasainya. Barangsiapa membalas dendam akan dibalas oleh Tuhan. Tuhan dengan saksama mengindahkan segala dosanya. Ampunilah kesalahan kepada sesama orang, niscaya dosa-dosamupun akan dihapus juga, jika engkau berdoa.

Bagaimana gerangan orang dapat memohon penyembuhan pada Tuhan, jika ia menyimpan amarah kepada sesama manusia? Bolehkah ia berdoa karena dosa-dosanya, kalau tidak menaruh belas kasihan terhadap seorang manusia yang sama dengannya? (Sir27:30-28:4). Adakah manfaat melampiaskan amarah dan dendam? Mungkin hanya kepuasan sesaat yang akan didapat, setelah itu penyesalan berkepanjangan! Balas dendam hanya akan memicu kekerasan berikutnya membentuk lingkaran setan berisi kebencian dan dendam kesumat yang semakin membesar. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa hanya pengampunan tanpa bataslah yang bisa menghentikannya. Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Mat18:21-22).Perumpamaan seorang yang berhutang 10.000 Talenta (rp 6 triliun) kepada Raja dibanding piutang 100 Dinar (rp 10 juta) dari seorang temannya ini menggambarkan besarnya belas kasih Allah yang seharusnya dipakai sebagai dasar untuk mengampuni dosa sesama.

Allah telah mengampuni dosa kita yang teramat besar, mengapa kita merasa keberatan mengampuni kesalahan sesama yang kecil itu? Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? (Mat18:33). Marilah belajar mengampuni dosa sesama dengan penuh kerelaan agar terhindar dari murka Allah kepada umatNya yang tidak tahu diri. (YH)