Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Yeh. 1:25-28. Bacaan II: Flp. 2:1-11(1-5). Injil: Mat. 21: 28-32

KERENDAHAN HATI ADALAH JALAN MENUJU SURGA

 

Injil hari ini mengemukakan dua macam tipe kepribadian pengikut Kristus. Kepribadian pertama diwakili oleh anak sulung, yang menjawab ya, tetapi tidak melaksanakannya. Kepribadian yang kedua diwakili oleh anak kedua yang menjawab tidak tetapi menyesal dan melaksanakan perintah bapanya.
Dalam penjelasan selanjutnya Yesus menggambarkan tipe anak pertama sebagai ciri kepribadian para Farisi dan ahli-ahli Taurat, yang menguasai tulisan kitab Taurat, tahu nubuat tentang Mesias, merasa sudah lama mengenal Tuhan, tetapi keras hati, tetap pada pola pikir lama, tidak percaya, sombong dan melihat Yesus sebagai ancaman.
Sebaliknya tipe anak kedua adalah gambaran kepribadian para pemungut cukai, perempuan sundal dan para murid Yesus yang minim pengetahuan agamanya, tetapi rendah hati, mendengarkan Yesus, bertobat, percaya dan kembali pada Tuhan.
Bacaan Injil memberikan kita pemahaman bahwa pengetahuan tentang Tuhan dan kitab suci, belum merupakan jaminan seorang Kristen akan masuk surga, melainkan kerendahan hati dan pertobatan untuk mengakui dan mengikuti Yesus. Mengikuti Yesus berarti berbalik dari dunia orang fasik dan durhaka, bertobat, melakukan perbuatan keadilan dan kebenaran, seperti yang digambarkan nabi Yehezkiel dalam bacaan pertama. Dan supaya bisa bertobat, kita harus memiliki kualitas kepribadian yang rendah hati seperti yang digambarkan St. Paulus dalam bacaan kedua.
Kualitas kerendahan hati yang dimaksud adalah tidak mencari kepentingan diri sendiri tetapi menganggap yang lain lebih utama dari diri sendiri. Contoh yang paling sempurna adalah Yesus sendiri, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan menempatkan dirinya sebagai seorang hamba, taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib.
Mari kita terus berjuang untuk membangun karakter kerendahan hati dalam diri kita karena St. Agustinus berkata: “TIDAK ada seorang pun yang mencapai Kerajaan Surga kecuali dengan Kerendahan hati.” (LN)