Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Yes5:1-7. Bacaan II: Flp. 4:6-9. Injil: Mat. 21: 33-43

HIDUP YANG MENGHASILKAN BUAH

 

Hari ini Yesus menyampaikan perumpamaan tentang kebun Anggur. Seorang pemilik tanah menyewakan kebunnya kepada para penggarap dengan harapan pada waktunya akan mendapatkan hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi apa yang terjadi? Penggarappenggarap kebun anggur itu tidak memberikan hasil. Mereka bahkan menangkap serta membunuh para utusan pemilik kebun anggur. Para penggarap pun mau membunuh anak pemilik kebun anggur supaya mengambil alih kepemilikan kebun anggur itu. Hingga pada tahap demikian Yesus meramalkan bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari pada mereka dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu (43). Apa kiranya makna dari perumpamaan ini?
Pemilik kebun anggur menyewakan kebunnya kepada para penggarap supaya menghasilkan buah. Demikian juga Allah mempercayakan kerajaan-Nya kepada umat Israel dan para pemimpinnya supaya menghasilkan buah rohani. Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, kerajaan Allah tidak menghasilkan buah dalam perilaku dan kegiatan agama mereka. Bahkan Israel dan para pemimpinnya menolak para nabi dan Yesus sendiri yang adalah putera Allah. Karena sikap inilah maka hak garap dicabut dan diberikan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Apa kiranya makna perumpamaan ini untuk kita ?
Semua umat Katolik yang sudah dipermandikan, mendapat kepercayaan untuk menjadi penggarap kebun anggur Allah. Allah mempercayakan kerajaan-Nya ke dalam pengelolaan kita supaya menghasilkan buah sesuai dengan harapan-Nya. Dan buah yang diinginkan Tuhan adalah karakter-karakter rohani yang diwartakan St. Paulus dalam bacaan pertama, yaitu sukacita, kabaikan hati, selalu bersyukur dalam doa, dan mengusahakan damai sejahtera di antara sesama.
Di bulan Oktober ini, mari kita berdoa lewat perantaraan St. Maria supaya memampukan kita menghidupi karekater-karakter rohani di atas sehingga kita dapat mengalami apa yang St. Paulus katakan « Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kita » dan lebih dari itu kita akan mengalami kehidupan bersama dengan Allah dalam kerajaan-Nya. (LN)