Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Yes. 45:1,4-6. Bacaan II: 1 Tes. 1:1-5b. Injil: Mat. 22:15-21.

“Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

 

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat masih terus berjuang untuk menjebak Yesus. Lewat para muridnya, mereka bertanya kepada Yesus, apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar? Mereka berpikir pertanyaan itu akan menjebak Yesus: apabila Yesus mengatakan “tidak”, maka Dia melawan penguasa Roma, namun bila Yesus mengatakan “ya”, maka Dia adalah seorang pengkianat bangsa Yahudi. Jawaban Yesus di luar dugaan mereka semua: “Berikanlah kepada kaisar (negara) apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Inti dari pesan injil hari ini adalah bahwa kebaikan moral membayar pajak kepada Kaisar (Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar), tidak bertentangan dengan kewajiban kita sebagai umat Allah (berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah).
Dalam bukunya “Catholic Way”, Mgr Ignatius Suharyo dengan gamblang menggambarkan kewajiban seorang warga Negara yang adalah sekaligus warga gereja Katolik. Bapak uskup Suharyo menjelaskan, bagaimana seorang warga gereja dapat menjadi Katolik 100% dan warga Indonesia 100%. Ia menjelaskan bahwa, seorang Warga Negara Indonesia yang beragama Katolik, justru karena imannya, bergerak melibatkan diri dalam kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan masyarakat Indonesia khususnya yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel.
Himbauan bapak uskup Suharyo ini senada dengan semangat Minggu misi hari ini. Kita dihimbau untuk melakukan peziarahan terus-menerus melintasi berbagai padang gurun kehidupan, melewati beragam pengalaman lapar dan haus akan kebenaran dan keadilan, lalu keluar dari zona nyaman kita sendiri untuk dapat menjangkau semua “pinggiran” yang membutuhkan terang injil. Dalam konteks ini, memiliki semangat misi berarti kita hidup bukan untuk diri sendiri tetapi untuk keselamatan banyak orang.
Mari miningkatkan semangat pelayanan misi kita dalam keluarga, lingkungan, RT/RW, wilayah dan Negara di mana kita tinggal, sebelum menjangkau ke lingkungan yang lebih luas, yaitu ke Negara dan benua yang lain.