Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Yes. 45:1,4-6. Bacaan II: 1 Tes. 1:1-5b. Injil: Mat. 22:15-21.

“Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

 

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat masih terus berjuang untuk menjebak Yesus. Lewat para muridnya, mereka bertanya kepada Yesus, apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar? Mereka berpikir pertanyaan itu akan menjebak Yesus: apabila Yesus mengatakan “tidak”, maka Dia melawan penguasa Roma, namun bila Yesus mengatakan “ya”, maka Dia adalah seorang pengkianat bangsa Yahudi. Jawaban Yesus di luar dugaan mereka semua: “Berikanlah kepada kaisar (negara) apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Inti dari pesan injil hari ini adalah bahwa kebaikan moral membayar pajak kepada Kaisar (Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar), tidak bertentangan dengan kewajiban kita sebagai umat Allah (berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah).
Dalam bukunya “Catholic Way”, Mgr Ignatius Suharyo dengan gamblang menggambarkan kewajiban seorang warga Negara yang adalah sekaligus warga gereja Katolik. Bapak uskup Suharyo menjelaskan, bagaimana seorang warga gereja dapat menjadi Katolik 100% dan warga Indonesia 100%. Ia menjelaskan bahwa, seorang Warga Negara Indonesia yang beragama Katolik, justru karena imannya, bergerak melibatkan diri dalam kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan masyarakat Indonesia khususnya yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel.
Himbauan bapak uskup Suharyo ini senada dengan semangat Minggu misi hari ini. Kita dihimbau untuk melakukan peziarahan terus-menerus melintasi berbagai padang gurun kehidupan, melewati beragam pengalaman lapar dan haus akan kebenaran dan keadilan, lalu keluar dari zona nyaman kita sendiri untuk dapat menjangkau semua “pinggiran” yang membutuhkan terang injil. Dalam konteks ini, memiliki semangat misi berarti kita hidup bukan untuk diri sendiri tetapi untuk keselamatan banyak orang.
Mari miningkatkan semangat pelayanan misi kita dalam keluarga, lingkungan, RT/RW, wilayah dan Negara di mana kita tinggal, sebelum menjangkau ke lingkungan yang lebih luas, yaitu ke Negara dan benua yang lain.