Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Kel. 22:21-27. Bacaan II: Tes. 1:5c-10. Injil: Mat. 22:34-40.

KITA DICIPTAKAN UNTUK MENGASIHI

 

Orang-orang Farisi mengajukan pertanyaan kepada Yesus, tentang hukum manakah yang terbesar dalam Hukum Taurat. Terhadap pertanyaan ini Yesus menjawab bahwa, hukum yang pertama dan terutama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi (37-38) dan hukum yang kedua adalah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri (39).
Makna dibalik jawaban Yesus ini bukan hanya berlaku bagi orang-orang Farisi, tetapi juga untuk semua orang Kristen. Kita harus mencintai Tuhan tanpa syarat, menempatkan Tuhan lebih utama dari segala sesuatu. Dan bukti kasih kita kepada Tuhan harus ditunjukan dengan mengikuti segala perintah-Nya (1John 2:3; 1Yoh 3:24).
Mengapa manusia harus mencintai Tuhan dan mengasihi sesama? Jawabannya adalah bahwa, karena manusia diciptakan dengan kodrat untuk dapat mencintai Allah dan mengasihi sesamanya. Kodrat itu ada sejak penciptaan manusia pertama Adam dan Hawa, dan terpatri terus dalam semua umat manusia yang dilahirkan ke dunia.
Lalu, mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan kodrat untuk mengasihi? Karena kasih adalah tiket untuk masuk surga. Manusia tidak dapat mencapai Surga, tanpa mengasihi Tuhan dan sesamanya. Begitu pentingnya kasih itu, sehingga rasul Yohanes mengatakan “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.” (1Yoh 3:14b) Artinya tidak layak masuk surga.
St. Agustinus menegaskan bahwa sama seperti manusia mempunyai dua kaki untuk berjalan, demikian juga mengasihi Tuhan dan sesama adalah jalan untuk mencapai Surga. Sama seperti burung mempunyai dua sayap untuk terbang, maka kita harus mengasihi Tuhan dan sesama untuk dapat terbang ke Surga. Rasul Yohanes menegaskan hal ini secara gamblang “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.” (1Yoh 4:20). Mari kita hidup dan bertumbuhlah terus dalam kasih, sebab kita semua diciptakan untuk mengasihi.