Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Mal. 1:14b-2:2b,8-10. Bacaan II: Tes. 2:7b-9,13. Injil: Mat. 23:1-12.

Yesus Ingin Kita Jadi Manusia Bermutu

 

Minggu ini Gereja menyuguhkan bacaan Kitab Suci yang luar biasa. Sabda Yesus dalam bacaan Injil (Mat.23:1-12) menampilkan kritik keras dengan bahasa yang amat lugas kepada para tokoh agama dan kaum Farisi. Kritik Yesus ini masih sangat relevan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kritik Yesus yang pertama terkait dengan kehidupan penuh kemunafikan para ahli Taurat dan kaum Farisi. Mereka adalah tokoh masyarakat yang sangat fasih berkata-kata tentang ajaran para nabi, namun tingkah laku mereka tak mencerminkan apa yang dikatakannya. Penampilan mereka pun tampak religius, tapi bertolak belakang dengan perilakunya. Yesus tidak menentang apa yang mereka ajarkan.
Karena itulah Yesus mengingatkan para murid dan juga kita sebagai pengikut-Nya agar tidak munafik. [Mat 23:3] "Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya."
Hal penting kedua yang disampaikan Yesus kepada para rasul dan juga kita sebagai orang Kristiani, hendaknya kita hidup saling melayani. Tujuannya bukan agar kita mendapatkan pujian dan penghormatan dari orang lain, tetapi karena kita meneladani pribadi Yesus Kristus yang penuh kasih. [Mat 23:11-12] "Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."Apa yang sebenarnya diinginkan Yesus?
Yesus ingin supaya kita sebagai pengikut-Nya menjadi manusia bermutu tinggi dan memiliki iman yang berkualitas serta senantiasa rendah hati di hadapan Allah. Seperti dalam nyanyian Mazmur 131:1: "Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku." (VH)