Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I. Sir. 3:2-6,12-14. Bacaan II. Kol 3:12-21. Bacaan Injil. Mat 2:13-15,19-23.

MENGHADIRKAN TUHAN

 

Apa arti kata kudus atau suci, yang biasa kita sematkan pada kata seperti roh, gereja (bangunan), Gereja (Umat Allah), altar, kitab, orang, dan sebagainya? Jawaban yang akan sering muncul adalah: murni, tidak bercela, tidak berdosa. Seorang teolog mengatakan, sesuatu disebut kudus atau suci sejauh dihubungkan dengan Tuhan. Kitab dianggap kudus atau suci karena kita percaya isinya adalah wahyu Tuhan. Gereja diimani sebagai kudus dan suci bukan karena orang-orangnya tidak berdosa, tetapi karena kita percaya di dalam gereja ada Tuhan; kita percaya Gereja juga membawa kita kepada Tuhan, dan seterusnya.
Hari ini kita merayakan Pesta Keluarga Kudus. Keluarga Yesus-Maria-Yosef oleh Gereja diimani sebagai Keluarga Kudus karena di dalam keluarga itu Tuhan hadir secara paling nyata dalam diri Yesus. Kita percaya bahwa Yesus Kristus sepenuhnya Tuhan dan sepenuhnya manusia. Artinya, bukan hanya menjadi manusia, Tuhan Yesus juga menjadi bagian dari keluarga.
Bacaan Injil hari ini memperlihatkan bahwa kehadiran Tuhan dalam keluarga Yesus-Maria-Yosef sedemikian riilnya. Yosef dan Maria membawa bayi Yesus ke Yerusalem untuk menjalani budaya religius Yahudi, lengkap dengan persembahan burung merpati. Tetapi waktu itu sisi ilahi kehadiran Yesus juga sudah dimunculkan, dalam bentuk kesaksian Simeon dan Hanna. Simeon berkata, “Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan” – kalimat yang pasti mengaduk-aduk perasaan Bunda Maria dan Bapa Yosef.
Gereja sedang mengajak kita menjadi Keluarga Kudus, dengan lebih proaktif membawa Yesus ke dalam keluarga kita. Melalui bacaan kedua, surat Rasul Paulus pada jemaat di Kolose, Gereja menunjukkan sisi teknisnya. Semua anggota keluarga diimbau untuk “mengenakan pakaian belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” Sementara itu ada pesan khusus bahwa istri harus tunduk pada suami; harus mengasihi istri; dan anak harus taat pada orangtua. (her)