Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I. Yes. 60:1-6. Bacaan II. Ef. 3:2-3a,5-6. Bacaan Injil. Mat 2:1-12.

Bangkitlah, menjadi teranglah!

 

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” Yes 60:1-2
Raja Herodes sangat terkejut mendengar kabar lahirnya “Raja Orang Yahudi” dari orang majus, iapun segera menyusun rencana untuk membunuh raja yang baru lahir itu. Sebenarnya tindakan Herodes sangatlah logis dan rasional, ia memikirkan kepentingan dirinya sendiri terlebih dahulu. Mungkin kita juga begitu dalam tindakan kita sehari-hari, dalam dunia kerja, bisnis atau bahkan dalam dunia pelayanan kita, keputusan-keputusan diambil berdasarkan pertimbangan-pertimbangan logis dan rasional yang diharapkan akan menguntungkan kita. Tetapi apakah keputusan-keputusan seperti itu yang diharapkan Tuhan dari kita?
Pada saat nabi Yesaya menuliskan bacaan pertama, orang Israel baru saja kembali dari pembuangan berpuluh tahun di Babilon, mereka menghadapi reruntuhan negara mereka dan harus membangunnya kembali dalam berbagai ancaman dan hambatan besar, sehingga dikatakan “kegelapan menutupi bumi”, saat ini mungkin kita juga merasakan adanya ancaman kegelapan menutupi negara kita, keputusan-keputusan apakah yang akan kita ambil? Hanya yang logis dan rasional sajakah? Yesaya mengatakan “Bangkitlah, menjadi teranglah!”, dan Paulus berkata tentang: “tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah” dalam bacaan kedua. Dan akhirnya dalam bacaan Injil, Kristus tidak mengambil keputusan yang logis dan rasional untuk lahir sebagai anak raja di istana, tetapi lahir di tempat sederhana untuk merubah dunia.
Kelahiran Kristus baru saja kita rayakan satu minggu yang lalu, akankah kita menjadi seperti Herodes yang mulai merencanakan membunuh harapan-harapan itu, atau kita mau menjadi pengikut Kristus yang “Bangkit, menjadi terang”, membawa “tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah” dalam diri kita, membagikan keakraban, kehangatan dan kasih kepada orang-orang di sekeliling kita, menuju tema gereja tahun ini: “Kita Bhinneka, Kita Indonesia”? –aj