Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I. 1 Sam. 3:3b-10,19. Bacaan II. 1 Kor. 6:13c-15a,17-20. Bacaan Injil. Yoh. 1:35-42.

“LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH !”

 

Pada bacaan hari ini dikisahkan dua orang murid Yohanes Pembaptis yang pergi mengikuti Yesus, begitu mereka mendengar Yohanes mengatakan: “Lihatlah Anak domba Allah!”. Prosesnya terlihat sangat sederhana, mudah dan cepat, kedua murid itu tidak bertanya-tanya siapakah Yesus, apa yang dapat dilakukan-Nya, dan apa untungnya mengikuti Yesus, tetapi mereka seketika itu juga pergi mengikuti Dia. Sedangkan pada bacaan pertama kita mengikuti kisah Samuel muda yang sedang tertidur dan kemudian ia mendengar suara Allah yang memanggil-manggil namanya. Samuel tidak mengenali suara Allah itu, tetapi berkat bimbingan Eli akhirnya ia mengetahui dan dapat menjawab panggilan Tuhan. Dari kedua bacaan itu kita mendapatkan bahwa Allah kita adalah Allah yang selalu membuka hati, menyapa dan memanggil umat-Nya dalam berbagai kesempatan. Begitu inginnya Allah mendekati manusia, sampai Ia rela mengirim Putera-Nya untuk menderita dan menebus dosa manusia, seperti yang baru saja kita rayakan. Sudahkah kita mendengar suara Dia yang selalu memanggil-manggil kita? Mungkin kita sedang tertidur seperti Samuel saat Allah memanggil, mungkin kita terlalu lelap sehingga tidak mendengar suaranya, lelap dalam kebiasaan-kebiasaan kita, dalam keasikan dan kesibukan kita, atau bahkan dalam kedosaan kita. Atau, bila kita seperti kedua murid Yohanes, kita mengajukan banyak pertanyaan dan menguji berbagai hal untuk mengetahui siapakah Yesus, sayangnya, sementara itu Yesus sudah jauh berlalu. “Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus?”, Paulus mengatakan itu dalam bacaan kedua. Bagaimana mungkin ada anggota tubuh yang tidak mau mendengarkan suara Sang kepala yaitu Kristus? Atau mungkin kita memang tidak menyadari bahwa kita adalah anggota Kristus, karena sudah terlalu lama tidak mendengarkan suara-Nya. Semoga Natal yang baru saja lewat membawakan perubahan pada diri kita, perubahan untuk makin membuka hati, telinga dan diri kita pada orang-orang disekitar kita. Karena Allah justru hadir dan menyapa melalui orang-orang yang kita jumpai. – Aj