Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I. Yun. 3:1-5,10. Bacaan II. 1 Kor. 7:29-31. Bacaan Injil. Mrk. 1:14-20.

Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. (Mrk 1:18)

 

Pada misa minggu lalu, sebelum misa dimulai saya melakukan beberapa pembicaraan penting di handphone, akibatnya saya sulit berkonsentrasi selama misa. Berkali-kali tangan saya sudah terjulur untuk mengambil handphone, tapi masih tertahan oleh rasa malu, karena tidak pantas rasanya membuka handphone selama misa. Dan pastinya saya hampir-hampir tidak mendengarkan apa saja yang dikatakan dalam misa itu. Kemudian saat Injil sedang dibacakan, ditengah-tengahnya pastor mengatakan “Apakah yang kamu cari?” (Yoh 1:38), saat itu juga seperti ada sesuatu yang bergerak dalam hati saya. Ya, apakah yang sedang saya cari disini? Sejak itu perhatian saya berubah, dan terus memperhatikan jalannya misa. Apakah hati saya digerakkan oleh suara pastor, atau suara Tuhan? Saya merasa saat itu Roh Kuduslah yang menggerakkan hati untuk mendengar.
Pada bacaan-bacaan hari ini, kita menemukan orang-orang Niniwe yang mendengarkan suara Tuhan melalui suara nabi Yunus, mereka langsung percaya, kemudian melakukan doa dan puasa serta merubah perilaku mereka. Pada bacaan Injil, kita menyaksikan Simon dan Andreas yang seketika itu juga meninggalkan jala mereka untuk mengikuti Yesus. Jala itu melambangkan pekerjaan dan sumber pendapatan mereka karena mereka adalah nelayan. Pernahkah kita meninggalkan pekerjaan atau kesenangan-kesenangan kita karena mendengar suara Tuhan yang memanggil? Tuhan selalu memanggil kita umat-Nya melalui berbagai cara, dan dalam berbagai kesempatan serta situasi. Nyanyian Mazmur hari ini mengatakan “TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.” Serta Paulus yang menasihatkan: “Waktunya sudah dekat”, tinggalkanlah segala benda duniawi, kesedihan dan kekuatiran, bahkan kegembiraan untuk dapat fokus kepada Tuhan. Karena pesan inti Yesus hari ini: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” semua yang dipesankan itu hanyalah dapat terjadi apabila kita mendengar dan menanggapi-Nya. Berapa lama lagi kita akan tenggelam dalam berbagai hal dalam hidup kita, makin menjauh serta melupakan suara Tuhan yang selalu menyapa kita. – Aj