Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Kel. 20:1-17(Kel.20:1-3,7-9,12-17);Bacaan II : 1Kor. 1:22-25; Bacaan Injil Yoh. 2:13-25.

PEMBAHARUAN BAIT SUCI

 

Hari Paskah merupakan momen penting bagi keluarga Yahudi yang berada diperantauan untuk datang ke Yerusalem, Bait Allah dipenuhi oleh orang-orang Yahudi maupun non Yahudi yang hendak menjalankan ibadah. Orang non Yahudi hanya diijinkan beribadah di pelataran Bait Suci saja, tetapi justru tempat itu digunakan oleh para pedagang hewan lembu, kambing, domba dan merpati untuk berjualan, serta dipakai oleh para penukar uang menggelar meja untuk mempermudah orang mendapatkan uang logam setengah syikal untuk membayar biaya pelayanan di Bait Suci. Semua ini diatur oleh para imam yang memperoleh keuntungan dengan mengeluarkan ijin sewa menggunakan pelataran Bait Suci, biaya memeriksa hewan yang dijual, mengeluarkan sertifikat hewan tidak bercela, komisi penukaran uang dll. Selain mengkomersialkan Bait Suci sebagai Rumah Allah untuk kepentingan pribadi para imam, juga mereka telah mencemarkan Bait Suci sebagai tempat ibadah dan tidak menghargai hak ibadah orang non Yahudi yang harus beribadah berdampingan dengan keramaian pasar hewan korban. Kemarahan Yesus memuncak melihat ini semua, Dia tidak mau berkompromi dengan para imam, tetapi mengusir hewan dan pedagangnya supaya berdagang ditempat lain, menghamburkan uang penukar ke tanah dan membalikan mejanya supaya tidak memasang lagi meja disana dan minta pedagang merpati untuk mengambil hewannya dan pergi “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Walau sangat marah, Yesus tetap menunjukan belas kasih Nya kepada para pedagang yang telah diperalat oleh para imam, Dia tidak mau merugikan mereka sehingga tidak terjadi penolakan. Apakah kita juga telah berbuat seperti Yesus ? memperbaharui diri kita yang adalah Bait Allah dengan tidak melakukan dosa yang mencemarkan hidup kita ? Apakah kita juga telah menggunakan tempat ibadah sebagaimana seharusnya ? Masih ada waktu untuk segera memperbaharuinya. Amien (IS)