Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Yer. 31:31-34;Bacaan II : Ibr. 5:7-9; Bacaan Injil Yoh. 12:20-33.

Kemuliaan melalui Penderitaan

 

Kedatangan orang Yunani, yang dianggap kafir oleh orang Yahudi, untuk menjumpai Yesus menjadi tanda bahwa misi keselamatan yang ditawarkan Yesus berlaku universal, semua orang akan datang pada Nya. “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan” (Yoh 12:23b). Yesus menempuh jalan penderitaan menuju kemuliaan Nya, mengurbankan diri Nya untuk mati seperti biji gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati, agar dapat menghasilkan banyak buah. “Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia akan dilemparkan ke luar, dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku” (Yoh 12:31-32). Yesus akan ditinggikan dari bumi, menunjukan bagaimana caranya Ia akan mati, yaitu dipaku di kayu salib yang ditegakan dan ditinggikan dari bumi. Karena jalan kematian dan kebangkitan Nya itulah semua orang, termasuk kita yang bukan Yahudi, datang kepada Nya.
Sebagai manusia yang sedang menjalankan tugas Bapa-Nya, Dia telah taat dengan menjalani penderitaan-Nya dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan dalam kemuliaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya (Ibr 5:7-9). Apakah kita juga mau ambil bagian dalam penderitaan Yesus ? Sangat jelas apa yang dikatakan-Nya “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.” (Yoh 12:25-26). Sebagaimana kemuliaan-Nya terjadi melalui jalan penderitaan, mati sebelum bangkit, kitapun dipanggil untuk mengikuti Dia sebagai murid yang taat dan siap menanggung penderitaan bersama Dia. Semoga. (IS)