Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Kis. 4:8-12; Bacaan II: 1 Yoh. 3:1-2; Bacaan Injil: Yoh. 10:11-18.

GEMBALA YANG BAIK

 

Banyak pemimpin palsu yang mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan ketaatan umatNya, maka Allah mengutus puteraNya sendiri untuk mengajar dan memberi teladan. Santo Petrus mengecam para pemimpin umat dan tua-tua yang menyia-nyiakan didikan Allah. “Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri --, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kis4:11-12).
Keterikatan pada daging membuat manusia sulit melepaskan diri dari dosa. Tuaian memang banyak, tapi pekerja sedikit; diperlukan pembimbing, penasihat dan gembala untuk selalu mengajar, mengingatkan, menyadarkan dan membimbing domba-domba lemah yang rawan diserang serigala ini.
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. (Yoh10:14- 17).
Godaan dunia sangat hebat, iblispun berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Allah yang berbelas kasih selalu memberi kesempatan untuk bertobat, sekaligus menjadi alatNya untuk membimbing sesama yang membutuhkan. Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia (1Yoh3:1). Maukah kita membuka diri dan hati menerima panggilannya? Bersediakah kita menjadikan keluarga sebagai ladang persemaian calon gembala? Semoga.. (YH)