Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Kis.10:25-26,34-35,44-48; Bacaan II: 1 Yoh. 4:7-10; Bacaan Injil: Yoh. 15:9-17.

ALLAH MENGASIHI SEMUA

 

Allah adalah Kasih. Kasih Allah tak terhingga melebihi apapun sehingga mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita! Dapatkah kita membalas kasih sebesar itu selain bersyukur, mengasihi sesama dan melakukan kehendak-Nya?
Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. (1Yoh 4:7-9).
Kasih tidak egois, karena itu apa yang sudah dimulai oleh Allah sendiri itu harus dicontoh, dijadikan teladan dan disebarkan kepada semua orang agar sukacita umatnya menjadi sempurna. "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. (1Yoh4:9-11).
Bangsa Yahudi adalah umat pilihan Allah, namun kebesaran kasih Allah ditunjukkan juga kepada bangsa-bangsa lain yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran.
Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?" (Kis10:34,35,44,47).
Allah mengasihi semua yang melakukan kehendak-Nya, mengapa harus iri melihat orang lain dikasihi? Semoga kita mampu introspeksi untuk memperbaiki diri..... (YH)