Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Am. 7:12-15; Bacaan II:Ef. 1:3-14; Bacaan Injil: Mrk. 6:7-13.

Panggilan, Untuk Apa?

 

#1. Seorang sahabat muslim bertanya, “Kamu nggak jadi pastor, karena nggak terpanggil ya?” Saya bingung mau menjawab apa, karena tidak yakin apa makna panggilan bagi dia. Ketika saya bingung, dia bertanya lagi, “Panggilan itu apa sih?” #2. Panggilan pertama-tama adalah peristiwa dan bahasa iman. Dia hanya bisa dipahami dalam konteks reflektif dan spiritual. Kalau ada orang yang mengaku terpanggil untuk memilih profesi atau pekerjaan tertentu, bisa dipastikan orang itu menempatkan pilihan hidupnya dalam konteks iman atau spiritual. Bagi orang itu pilihan pekerjaan bukan semata urusan menegakkan periuk nasi. Bagi mereka bekerja atau menjalani profesi tertentu adalah cara untuk mewujudnyatakan imannya. #3. Karena itu dua orang yang mengerjakan pekerjaan yang sama bisa menghayatinya dengan cara yang berbeda. Yang satu menjadi pengojek agar dapat tambahan “uang laki-laki”, yang lain melakukannya sebagai wujud cintanya pada istri dan anak-anaknya. #4. Injil hari ini memberi ruang tafsir yang luas pada apa itu panggilan. Ini kisah tentang Yesus “mengutus” para muridnya. Pada lima ayat pertama Yesus memberi batasan “cara kerja” perutusan. Harus berdua. Tak boleh bawa bekal. Kalau diterima, tetap tinggal di situ. Kalau tidak diterima, pergi saja. #5. Uniknya, Yesus tidak memberi petunjuk “pergi untuk ngapain.” Sepertinya Yesus hendak mengatakan, “Kalian mengenal aku, kalian adalah muridku, karena itu harus tahu apa yang harus kalian lakukan.” Yesus memberikan “ruang tafsir yang luas”. #6. Ruang tafsir itu dimanfaatkan dengan amat bertanggungjawab oleh para murid. Walaupun tidak diberi petunjuk melakukan apa, mereka melakukan apa yang biasa dilakukan oleh Yesus: menyerukan pertobatan, mengusir setan, dan menyembuhkan orang sakit. Artinya, di satu sisi mereka tetap mengakar pada Yesus, tetapi di sisi lain mereka melihat persoalan di lapangan. #7. Tentu saja bukan hanya mereka yang mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit. Tetapi hanya mereka yang melakukan semuanya itu dalam iman pada Yesus. Banyak orang bisa menjadi guru, dokter, pedagang dll. Tapi hanya orang kristiani yang bisa melakukannya karena Yesus, dan dalam iman pada Yesus. Itulah panggilan. (her)