Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Surat Keluarga Juli 2018 IMAN MEMBUAT KITA TIDAK SALAH FOKUS

 

Keluarga-keluarga Katolik yang terkasih, senang sekali bisa menjumpai Anda semua dalam situasi yang baik. Semoga liburan Anda bersama keluarga berjalan baik dan menyenangkan! Saya selalu ikut bergembira bersama keluarga yang dapat menikma saat berkualitasnya bersama anak-anak dan pasangan. Semoga Tuhan selalu memberikan kesempatan kepada Anda sekeluarg untuk itu.
Kekuatan keluarga adalah dari kebersamaannya. Ayah, Ibu, anak-anak, yang berkumpul untuk sekedar membagikan pengalaman, membagikan kegembiraan. Pertemuan ini tak tergan kan oleh apapun juga di dunia ini. Pelukan, ciuman, usapan yang sederhana dari ayah dan ibu, tak tergan kan oleh godaan lain di dunia ini. Semua yang berasal dari keluarga in adalah kenangan yang tak lekang oleh waktu, akan selalu diingat dan menguatkan.
Memori dibangun dari interaksi di dalam keluarga secara sangat sederhana namun berkekuatan luar biasa. Pasangan yang ru n menerima pelukan, ciuman, atau sekedar gandengan tangan, merasa dicintai lebih dari mereka yang berlimpah harta. Sebab makanan dan pakaian se ap manusia hanyalah apa yang mampu ditelan dan dipakainya, tetapi memori akan sentuhan dan kedekatan fisik akan disimpan sebagai deposito kekuatan rohani yang jauh lebih abadi dan meyakinkan.
Saya melihat begitu sederhananya kekuatan yang dikumpulkan keluarga. Betapa sangat murahnya! Tuhan dak membuat harta berlimpah itu menjadi mahal. Tanpa bayar seluruh anggota keluarga mendapat kelimpahan itu. Sesuatu yang berasal dari Tuhan selain berlimpah, juga gra s. Air Susu Ibu (ASI), perha an orangtua, tawa anak-anak, pelukan ayah dan ibu, masakan yang dibuat ibu, guncangan mesra tangan ayah pada anak-anak, rasanya itu menjadi tangan Allah yang sedang memanjakan kita.
Tetapi kerancuan fokus kita bisa membuat kita jadi sangat jauh dari kekayaan seja itu. Kita bisa “salah fokus”dan bahkan mencari sesuatu yang sama sekali tak membawa kebahagiaan seja dari keluarga kita. Ayah mencari kepuasan dengan kerja dan persahabatan tak sehat, ibu jadi sangat ak f di bidang sosial yang tak kunjung berhen . Anak-anak lebih suka dengan gadget dan teman-teman sekolahnya saja. Semua jadi salah fokus dan akhirnya tak bahagia.
Keluarga-keluarga terkasih, sangat sulit mengurai masalah yang sudah lama berlangsung. Satu-persatu diurai dan diperbaiki dan luka sudah menetap. Tuhan lah yang dapat membantu. Akhirnya hidup doa dan spiritualitas lah yang dapat meredakan semua itu dan mengembalikan fokus keluarga.
2 Timotius 1:7 mengatakan, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan keter ban.“ Mari kita renungkan bersama makna ayat ini untuk keluarga kita masing-masing. Ada begitu banyak kekuatan yang dapat kita peroleh dari Allah. Bahkan kekuatan untuk melanjutkan hidup berkeluarga kita yang kadang dak mudah dijalani.
Dekat dengan Allah itu keuntungan. Kita dak mempunyai kekuatan untuk menjalani hidup dak hanya dengan pikiran dan akal, tetapi dengan iman, yang hidup, yang mampu mengatasi kesulitan dengan kekuatan dan krea vitas tanpa batas. Allah memberi inspirasi, “insight” (yang baru dan belum pernah terpikirkan) agar kita dapat menghadapi dunia dengan berani dan dak merasa takut.
Iman membuat kita dak salah fokus dan menger makna terdalam dari semua yang terjadi dalam keluarga kita. Ke ka iman menjadi perbuatan (Yak.2:22, “Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.”) maka kita bukan hanya membuat Allah menjadi berdaya, menjadi tampak, dan menjadi berkuasa, tetapi juga memberi kesaksian pada dunia bahwa Ia sungguh ada dan turut serta dalam pergumulan kita. Salah fokus terjadi pada orang-orang yang hidupnya dak diatur oleh hukum kasih (hukum Allah).
Dekat dengan Allah dalam iman yang sehat membuat kita disiplin menjalankan hidup yang satu-satunya ini. Disiplin menjalankan peran sebagai suami, isteri, ayah, ibu, anak, mertua, menantu, pemipin jemaat, dan sebagai anak-anak Allah yang diterangi firman. Disiplin dak menjauhkan kita dari kegembiraan, melainkan menyempurnakan kegembiraan itu dengan kesadaran bahwa dunia ini memerlukan Allah dan peraturan-Nya. Peraturan Allah bukan beban, tetapi justru membawa kelegaan, meskipun dak selalu ringan.
Ketangguhan, ketulusan, cinta, kejujuran, penguasaan diri, kebijaksanaan, pelayanan, kese aan, ketekunan, bertanggung jawab, adalah beberapa yang akan lebih mudah dijalankan jika iman kepada Allah dihidupkan dan dijadikan pegangan hidup yang Kuat di rumah. Saya terus berharap agar banyak keluarga dak kehilangan semangat untuk mencintai Allah dan mencintai keluarganya. Jangan mudah menyerah, berilah waktu Tuhan, agar banyak orang diselamatkan. Dunia kadang mengerikan, tetapi Allah tetap berkuasa atas semua ini. Dia akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. Amin

 

Rm. Alexander Erwin S. MSF