Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Kej. 2:18-24; Bacaan II: Ibr. 2:9-11; Bacaan Injil: Mrk. 10:2-16.

TAK TERCERAIKAN

 

Dalam setiap upacara perkawinan di Gereja Katolik selalu akan diserukan “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Mrk 10:9) itulah perintah Yesus yang menjadi kekuatan bagi perkawinan secara Katolik, sehingga seharusnya setiap pasutri Katolik tidak akan melakukan perceraian. Gereja sadar bahwa untuk tetap bersatu sebagai pasutri yang bahagia, perlu usaha ekstra keras dari kedua pihak, karena itulah Gereja selalu berupaya mendorong dan membantu keutuhan perkawinan setiap pasutri Katolik dengan berbagai cara.
Perkawinan merupakan langkah utama dalam hidup membina keluarga, perkawinan juga menjadi bagian sangat penting dalam tata penciptaan dimana manusia menjadi mitra kerja bagi Allah untuk melakukan penciptaan manusia baru dengan kasih. Jadi seharusnya setiap pasutri bangga akan kodrat panggilannya sebagai mitra kerja Allah dalam penciptaan dan merupakan lambang kasih yang nyata didalam masyarakat. Perkawinan yang bermasalah akan meninggalkan jejak keluarga yang bermasalah dan karena keluarga adalah bentuk Gereja paling kecil, maka Gereja dalam arti luas juga akan mengalami masalah.
Kitab Kejadian mengisahkan Tuhan membentuk perempuan dari tulang rusuk laki-laki sebagai penolong yang sepadan, untuk dilindungi dan dikasihi. Berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (Kej 2:23-24). Menyadari bahwa Tuhan menciptakan laki- laki dan perempuan dan menyatukannya dalam perkawinan sebagai pasangan yang sepadan, saling menolong dan mengasihi seharusnya tidak akan berbuah perceraian. Tuhan Yesus memberi contoh nyata pengorbanan karena cinta Nya kepada kita semua, Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu, itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut saudara (Ibr 2:11). Semoga apa yang dipersatukan tidak akan terceraikan. Amien (IS)