Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Keb. 7:7-11; Bacaan II: Ibr. 4:12-13; Bacaan Injil: Mrk. 10:17-30.

HIDUP KEKAL

 

Bacaan Injil hari ini terasa sangat keras dan menusuk. Markus mengisahkan tentang seorang pemuda yang bertanya kepada Yesus : "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Yesus heran karena pemuda itu menyebutnya baik, Yesus berkata: “Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.” Allah adalah sumber segala yang baik dan hanya Dialah yang memberikan hidup yang kekal. Akhirnya Yesus menegaskan kepada pemuda itu dengan kasih: ”.. juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga ..” (bdk Mrk 10:17-23).
Harus dipahami bahwa pada masa itu, kekayaan atau harta, merupakan tanda berkat Allah. Orang kaya adalah orang yang diberkati, simbol kekuatan dan kebanggaan yang harus dicapai supaya dihargai oleh orang lain. Melalui perjumpaan Nya dengan pemuda itu, Yesus mengingatkan kembali akan tujuan hidup manusia, yaitu bukan hanya yang sementara di dunia ini, melainkan kehidupan yang kekal. Kekayaan hanya sarana dan bukan tujuan, sehingga kekayaan tidak dapat menjamin keselamatan dan hidup yang kekal.
Kekayaan diberikan oleh Allah kepada umat manusia adalah baik dan perlu, tetapi bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk dijadikan sebagai saluran berkat bagi sesama secara adil. Yesus menegaskan bahwa kekayaan dapat menghalangi orang untuk menjadi murid Nya yang sejati. Keduniawian seperti kekayaan, harta milik, kesuksesan, kekuasaan, kemakmuran dapat merupakan jerat yang berbahaya. Karena itu kesediaan untuk melepaskan diri seutuhnya dari keterikatan jerat keduniawian memang dituntut dari setiap murid Yesus untuk dapat selamat. Keselamatan adalah anugerah Allah, keberhasilan untuk diselamatkan adalah diluar kemampuan manusia, tergantung dari kebaikan dan kasih Allah, karena itulah Yesus menegaskan : "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." Marilah kita lepaskan semua keterikatan duniawi untuk memperoleh hidup kekal yang menjadi tujuan utama kita. Semoga ! (IS)