Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Ul. 6:2-6; Bacaan II: Ibr. 7:23-28; Bacaan Injil: Mrk.12:28b-34.

HUKUM ALLAH

 

Allah Bapa yang Maha Kuasa adalah Sang Pencipta langit dan bumi, alam semesta beserta segala isinya, awal dari segala sesuatu, sumber dari segala sesuatu, juga sumber hukum. Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. (Ams 9:10). Musa berkata: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ul 6:4-5). Mengasihi dan memuliakan Allah yang tak terlihat tidaklah cukup dengan berdoa dan beribadah kepadaNya, melainkan juga dengan mentaati perintahNya, maka hukum utama yang ‘abstrak’ itu perlu diaktualisasi menjadi ketetapan yang lebih nyata sesuai perintahNya yang intinya adalah “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." (Mrk 12:33). Takut akan Allah bukan seperti berhadapan dengan Penguasa yang kejam-galak-siap menghukum, melainkan takut dalam pengertian khawatir tidak mampu mengasihinya, takut tidak berkenan dihatiNya, takut melukai hati kudusNya. Hawa nafsu dan tipu daya kekayaan dapat mempedaya orang untuk berlaku sebaliknya: lebih suka berkenan kepada manusia daripada Allah, bibirnya memuliakan Allah tapi hatinya jauh dariNya, melakukan kewajiban agama hanya supaya dilihat orang, mempertahankan sakit hati daripada mengampuni, lebih memprioritaskan kebutuhan konsumtif daripada merawat orang tua, dsb.Jadi intinya, melakukan hukum Allah yang adalah kasih adalah dengan melakukan kasih itu sendiri sebagai dasar dari semua perbuatan kita; sekecil apapun perbuatan kita kalau disertai atau berdasarkan kasih pasti berkenan pada Allah yang adalah kasih!
Kalau itu kita lakukan, niscaya kedamaian dan berkat Allah akan menyertai. (YH)