Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I. Ams.31:10-13,19-20,30-31.Bacaan II. 1Tes. 5:1-6. Bacaan III. Mat. 25:14-30,14-15,19-21.

Tuhan Menagih Tanggung Jawab Talentamu

 

Minggu lalu, kita diingatkan Yesus melalui sabda-Nya ttg akhir jaman dgn perumpamaan 'Gadis Bijaksana dan Gadis Bodoh'.
Minggu ini, Yesus kembali mengingatkan kita ttg akhir jaman, lewat perumpamaan 'Talenta' (Mat.25:14-30). Perumpamaan talenta mengisahkan seorang tuan yg mempercayakan talenta bagian dari kekayaannya kepada para hamba terpercaya agar dikelola dan dikembangkan, sebelum dirinya pergi. Kepada masing-masing hamba diserahkan sebanyak 5, 2, dan 1 talenta sesuai dgn kondisi dan kemampuan mereka. Sang tuan amat mengenal hamba-hambanya. Ketika tiba saatnya sang tuan datang, ia langsung meminta pertanggungjawaban kepada para hambanya. Apa yg ingin disampaikan Yesus dalam perumpamaan ttg talenta? Sejumlah pakar Alkitab menyebut talenta terkait dgn nilai mata uang. Nilai 1 talenta setara dgn 10.000 dinar. Nilai yg besar pada jaman itu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) istilah talenta diartikan sebagai bakat bawaan seseorang sejak lahir. Dengan kata lain, talenta merupakan suatu anugerah yg sangat berharga. Ada nilai besar yg ingin disampaikan dalam perumpamaan ttg talenta.
Yakni Kesetiaan yg menghasilkan buah dan Tanggung Jawab. Tuhan telah mempercayakan talenta kepada kita, bukan hanya dalam wujud kekayaan harta benda duniawi, namun juga kekayaan ide, kemampuan berpikir, akal budi, fisik, tapi juga waktu, dan kesempatan untuk dikelola dan dikembangkan. Talenta harus menghasilkan buah dan mesti bisa dipertanggungjawabkan. [Mat.25:29] "Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil daripadanya." Orang yg dipercaya Tuhan dgn talenta besar harus bekerja keras agar talenta berbuah maksimal. Sementara orang yg dipercaya Tuhan dgn talenta sedikit tak perlu merasa berkecil hati. Setiap orang memiliki bagian tanggungjawabnya masing-masing dan harus tetap setia mengolah dan mengembangkannya hingga waktunya usai. Apakah kita setia dan siap mempertanggung jawabkan talenta yang dipercayakan Tuhan kepada kita? (VH)