Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Minggu, 23 Februari 2014

HARI MINGGU BIASA VII

Imamat 19:1-2,17-18

Mazmur 103:1-2,3-4,8,10,12-13

1 Korintus 3:16-23

Matius 5:38-48

 

“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”

 (1 Korintus 3:16)

 

ORANG akan memberikan label dan harga kepada sebuah botol kaca sesuai isinya. Cara orang menilai suatu botol akan berkaitan erat dengan isi botol tersebut. Dari perikop 1 Korintus 3, Paulus mengingatkan bahwa setiap dari pada kita adalah bait Allah dimana Roh Allah diam di dalam kita.  Seperti botol yang dipakai sebagai media, begitu juga dengan hidup kita. Tuhan ingin memenuhi hidup kita dengan urapan-Nya. Tuhan ingin memakai hidup kita untuk tujuan kerajaan-Nya. Tuhan perlu hidup kita untuk menjadi penyalur berkatNya. Namun sering kali dalam hidup ini kita lebih memilih untuk menutup diri dari Tuhan. Kita tidak membuka hati sepenuhnya untuk Tuhan masuk. Sering juga kita membiarkan diri kita menjadi “kotor” dengan perbuatan dosa yang kita lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja. Imamat 19:2 menyatakan bahwa kita harus hidup kudus, sebab Tuhan kita kudus.

 

Marilah kita semua fokus pada hal yang utama dalam hidup ini. Bukan pada bentuk dari “botol” kita. Bukan pada label yang tercantum pada “botol” kita. Namun pada isi “botol” kita masing-masing. Mungkin juga dalam proses ini, kita perlu mengkosongkan terlebih dahulu hidup kita, untuk memberikan ruang untuk Tuhan masuk.[OW]

 

Apakah seluruh hidup saya sudah dipenuhi oleh Kristus?

 

DOA(†)

Tuhan, masuklah ke dalam hatiku dan ubahkanlah aku sesuai dengan kehendakMu. Amin(†)