Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Selasa, 4 Maret 2014

1 Petrus 1:10-16

Mazmur 98:1,2-3ab, 3c-4

Markus 10:28-31

 

Berkatalah Petrus kepada Yesus: ”Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau!”.(Markus 10:28)

                            

MULUT memang mudah untuk mengatakan iya, tapi hati tidak bisa mengelak dari kenyataan yang ada. Walau kita sangat menginginkan untuk mengerjakan sesuatu, namun bila kita tidak sepenuh hati mengerjakannya maka tidak akan menjadi suatu yang spesial. Sama halnya dengan janji yang kita buat untuk seseorang, mudah saat kita mengucapkannya, namun belum tentu kita bisa menepati janji kita, apalagi jika harus mengorbankan suatu hal yang kita sayangi atau kita sukai. Membutuhkan bukan sekedar pengorbanan sesaat yang suatu ketika akan berubah, namun pengorbanan yang sepenuhnya terutama dari “ego” kita.

 

Hal ini juga yang menjadi pergumulan para murid saat ingin mengikuti Yesus. Mereka percaya bahwa Yesus itu Sang Juru Selamat dan mereka ingin mengikuti-Nya, namun di sisi lain mereka punya orang mereka sayangi, hal-hal yang mereka sukai, dan semua itu harus mereka tinggalkan untuk sepenuhnya mengikuti Yesus. Kalau pada masa sekarang, yang kita bisa ambil contoh adalah biarawan-biarawati dan tentara, mereka harus rela mengesampingkan bahkan meninggalkan semuanya untuk melakukan tugas pelayanan mereka. Bukan untuk kepentingan mereka semata, namun untuk kasih, perdamaian, dan kabar sukacita kepada sesama. [W_6nd]

                                                       

Apakah setiap kata-kata yang keluar dari mulutku sudah merupakan kejujuran dari hatiku?

 

DOA(†)

Tuhan jadikan aku bukan sekedar seseorang yang manis dalam perkataan saja, namun juga dalam pikiran dan perbuatan.  Amin (†)