Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Senin, 10 Maret 2014

Imamat 19:1-2,11-18

Mazmur 19:8,9,10,15

Matius 25:31-46

 

 “Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya Tuhan, gunung batuku dan penebusku

(Mazmur 19:15)

 


PERNAHKAH teman-teman bingung atau bertanya apa yang harus saya perbuat sebagai anak Allah? Saya ada sebuah pengalaman yang sangat menarik. Ada beberapa teman yang bertanya tentang hasil kerja seorang rekan saya. Pada saat itu rekan saya memang sedang mengalami penurunan jadi mendapat komentar dari rekan-rekan lainnya. Karena saya juga tidak tahu jelas tentang cara kerja rekan saya tersebut jadi saya hanya jawab sesuai dengan kondisi yang saya tahu saja. Cuma sayangnya kondisi itu malah berkembang menjadi tidak menyenangkan dan saya mulai terpengaruh.

 

Akibatnya saya mulai punya pikiran negatif terhadap dia. Untungnya Tuhan masih sayang sama saya dan menegur saya dengan caraNya. Setelah menyadari kesalahan tersebut, saya langsung minta maaf kepada Tuhan karena sudah menghakimi rekan saya tersebut. Pengalaman ini benar-benar mengajarkan saya untuk selalu berhati-hati dalam berpikir, berkata-kata, maupun bertindak. Persis seperti apa yang tertulis dalam bacaan hari ini. Saya belajar bahwa pikiran pun harus selalu dijaga positif karena pikiran akan mempengaruhi perkataan dan perbuatan kita. Apakah kita pernah “tidak sengaja” menghakimi orang lain tanpa kita sadari? [AW]

 

Apakah saya selalu menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan saya?

 

 

DOA(†)

Tuhan, maafkan saya yang sering menghakimi saudara dan sesama saya tanpa saya sadari.Amin(†)