Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Rabu, 19 Maret 2014
HARI RAYA S. YUSUF, SUAMI SP MARIA
2 Samuel 7:4-5a, 12-14a, 16
Mazmur 89:2-3,4-5,27,29
Roma 4:13,16-18,22
Matius 1:16,18-21,24a
atauLukas 2:41-51a

 

"Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus."
(Matius 1:16)

 

APAyang kita tau tentang Santo Yusuf? Tukang kayu, suami Bunda Maria, Bapak dari Yesus, lalu? Ya, pengetahuan kita tentang diri Santo Yusuf sangat minim. Oleh karena itu, yuk sejenak kita selami lagi tentang Santo Yusuf. Selain dari ketiga hal tersebut, Santo Yusuf adalah turunan Raja Daud sehingga Yesus juga dianggap turunan Raja Daud. Dan dikenal menjadi pelindung para bapak, pelindung keluarga, pelindung para pekerja, dan bahkan pelindung banyak tarekat religius yang berkembang dan berkarya di seluruh dunia.


Banyak sifat Santo Yusuf yang bisa kita teladani. Santo Yusuf adalah seorang yang beriman. Dia mengikuti perintah-perintah Allah tanpa tau apa yang Allah inginkan daripadanya. Ia adalah seorang lelaki yang penuh bela-rasa dan sangat memperhatikan orang lain. Ketika ia tahu bahwa Maria sudah hamil dan tahu bahwa itu bukanlah anaknya, Ia merencanakan untuk menceraikan Maria sesuai dengan hukum yang berlaku tetapi ia sangat prihatin dengan kemungkinan penderitaan dan keamanannya. Kitab Suci telah meninggalkan kepada kita suatu pengetahuan yang sangat penting, yaitu: bahwa Yusuf adalah “orang yang tulus hati” (Matius 1: 18). [dvc]

 

Apakah kita berani mencontoh sikap tulus Santo Yusuf?

DOA(†):

Bapa, berikan kami hati yang tulus untuk mencintai Engkau. Amin(†)