Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Kamis, 20 Maret 2014

Yeremia 17:5-10

Mazmur 1:1-2,3,4,6

Lukas 16:19-31

 

“Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

(Mazmur 1: 6)

 

DAlam bacaan Injil Lukas hari ini diceritakan bagaimana kisah seorang kaya yang hidup dalam kemewahan dan seorang pengemis bernama Lazarus. Untuk mendapatkan makanan Ia memakan makanan–makanan yang jatuh dari meja orang kaya tersebut. Suatu ketika keduanya mati, Lazarus berada dalam pangkuan Abraham sedangkan si kaya berada dalam alam maut dan tersiksa kepanasan.

Dalam hal ini si kaya memohon kepada Bapa Abraham untuk menyuruh Lazarus mencelupkan tangannya untuk memberikan kelegaan kepadanya, tetapi jurang yang tak tersebrangi menghalangi Lazarus untuk menyebrang kea lam maut tersebut.

 

Teman–teman, janganlah seperti orang kaya tersebut, meskipun dia sudah mati, dia masih juga memandang rendah Lazarus sebagai suruhan dia padahal si kaya sudah berada di alam maut. Tuhan memang memberikan berkat–berkat yang berlimpah kepada anak–anaknya yang mengasihi Dia, akan tetapi setiap berkat yang Tuhan berikan harus di pertanggung jawabkan. Apakah dengan kekayaan tersebut kita menjadi sombong? Ataukah kita memandang rendah orang–orang yang kurang mampu? Ingatlah teman, harta hanyalah titipan Tuhan di bumi ini yang melalui harta tersebut, kita juga seharusnya menjadi sumber berkat untuk orang lain, bukan malah menguasai orang lain. [YD]

 

Apakah dengan semua berkat yang Tuhan berikan aku sudah memberkati orang lain?

 

DOA(†)

Bapa, ajar kami untuk semakin rendah hati dan menjadi berkat bagi sesama kami.Amin(†)