Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Selasa, 25 Maret 2014

 

HARI RAYA KABAR SUKACITA

Yesaya 7:10-14; 8:10

Mazmur 40:7-8a,8b-9,10,11

Ibrani 10:4-10

 

Lukas 1:26-38

 

Kata maria “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

(Lukas 1:38)

 

COBA kamu bayangkan seandainya usia kamu masih belasan (seperti usia Maria saat itu), lalu tiba-tiba malaikat Tuhan datang menjumpai kamu dan mengatakan bahwa kamu akan mengandung seorang bayi. Bisa saya pastikan kamu akan kaget, shock, tidak tau harus menjawab apa, atau bahkan mengira kamu sedang bermimpi. Itulah yang dirasakan Maria saat itu. Apalagi Ia tahu hukumnya bagi perempuan yang hamil sebelum menikah akan dilempari batu sampai mati. Sungguh-sungguh pilihan yang sulit bagi Maria untuk menjawab dan mempercayai perkataan malaikat Gabriel.

 

Namun, Maria adalah seorang gadis yang hidup dari keluarga yang saleh dan takut akan Tuhan. Jadi Ia tahu betul apa yang harus ia lakukan terhadap perintah Tuhan. Dengan penuh kerendahan hati dan taat ia menjawab “Ya”. Ketika Maria menyatakan kesediaannya, disitulah kabar sukacita yang dibawa malaikat menjadi nyata dan benar-benar hidup. Bayangkan seandainya saat itu Maria menolak, maka tidak ada Sang Juruselamat yang mampu menyelamatkan kita. Kita pun dipilih Tuhan untuk mewartakan kabar sukacita. Mari kita katakan “Ya” pada Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan taat. [tj]

 

Sudahkah kita menjawab panggilan Tuhan dalam hidup kita?

 

DOA(†)

Tuhan, beri kami hati yang penuh ketaatan dan kerendahan hati seperti Maria.Amin(†)