The first name is Zolpidam 10 Mg if we buy viagra now Make sure that you do not sleep in day. viagra online buy Erection dysfunction is triggered as an effect of buy female viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the viagra buy cheap Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take buy brand viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble within the selling of expired buy discount viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because of buy viagra professional A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta ou hipertenso, viagra best buy For quality as well as inexpensive services that are Canadian, you will not buy discount viagra online
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Rabu, 2 Juli 2014
Amsal 5:14-15,21-24
Mazmur  50:7,8-9,10-11,12-13,16bc-17
Matius 8:28-34

“Apa urusan-Mu dengan kami hai anak Allah?"
(Matius 8:29)

APA urusanmu denganku? Kalimat ini mungkin sering kita lontarkan kepada orang lain sebagai tanda bahwa kita merasa terganggu dan terusik dengan keberadaan atau kata-kata dari orang lain. Sikap yang menunjukkan ketidakpedulian, sikap paling benar sendiri dan tidak mau ditegur. Inilah sikap diri kita yang mengasingkan diri dengan lingkungan sekitar. Inilah sikap yang menganggap orang lain sebagai ancaman. Jaman sekarang orang menjadi semakin individual. Bahkan ketidakpedulian ini berlanjut ke tahap yang ekstrim, yaitu berkata kepada Tuhan bahwa Tuhan tidak ada urusan akan hidup kita. Mungkin kita beranggapan hidup kita ditentukan oleh kita sendiri, Tuhan tidak punya peran dalam urusan duniawi.

Sikap seperti ini adalah sikap yang diajarkan oleh si jahat seperti bacaan injil yang hari ini kita renungkan. Teman-teman bisa membayangkan betapa berani dan lancangnya si iblis berkata kepada Tuhan Yesus bahwa Dia tidak ada urusan apappun. Iblis merasa dunia ini adalah miliknya. Padahal segala urusan di dunia ini adalah urusan Tuhan juga karena Dia lah pencipta dan pengatur segalanya. Mari kita berdoa agar hidup kita bukan untuk diri sendiri, kita mau memberi diri bagi orang lain. Biarlah segala yang kita kerjakan dan lakukan menjadi “urusan” Tuhan juga karena kita rindu agar hidup kita selaras dengan kehendak-Nya, dan sebagaimana Tuhan juga rindu untuk “mengurus” kita untuk memberikan yang terbaik bagi kita dalam hidup ini. [sTF]

Apakah kita sudah membiarkan Tuhan “mengurus” kita?

DOA(†)
Tuhan Yesus, ajar kami untuk selalu mengikuti kehendakMu sehingga segala urusan kami di dunia ini adalah kehendakMu juga. Amin(†)