Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Jumat, 4 Juli 2014
Amsal 8:4-6,9-12
Mazmur 119:2,10,20,30,40,131
Matius 9:9-13
 
“Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
(Matius 9:13)
                                                       
MUDAH  saat kita menilai kekurangan orang lain, apalagi mereka yang tidak kita suka, dari a sampai z kita bisa menjabarkannya. Bolehkan kita lihat diri kita, apakah kita lebih baik daripada mereka yang kita perbincangkan? Kalaupun diri kita memang benar, apakah kita tidak mau memberi kesempatan dan mendampingi mereka untuk berjalan bersama kita, mungkin diawal semua itu akan terasa berat, namun saat kita bisa melihat orang tersebut menjadi lebih baik tidakkah kita ikut menyelamatkan seseorang dari dosa.

Tidak semua pengorbanan yang dilakukan harus selalu dikatakan. Apakah seorang Ibu akan berkata dan membanggakan dirinya di hadapan anaknya bahwa ia rela mengorbankan dirinya sekalipun, saat melahirkan anaknya kedunia? Apakah ia akan tega berkata bahwa setiap detik dalam hidupnya saat anaknya tidak mau mendengarkan nasehatnya, ia akan tetap mendampingi dan memastikan bahwa anaknya akan baik-baik saja? Begitupun Tuhan tidak pernah membanggakan pengorbanan-Nya untuk kita. Ia tidak memaki walaupun kita sering melakukan kesalahan, tapi akan selalu menunggu sampai kita menyadari keberadaan-Nya. [W_6nd]
                                                   
Apakah kita rela, jika saat ini kita mulai membuka hati kita kepada mereka yang tidak kita suka sekalipun?

DOA(†)
Tuhan, terimakasih Engkau berikan mereka yang menyayangiku apa adanya, lindungilah mereka selalu dalam naunganMu. Amin(†)