Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Sabtu, 5 Juli 2014
Amsal 9:11-15
Mazmur 85:9, 11-12,13-14
Matius 9:14-17

“...jikalau engkau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya.”
(Amsal 9:12)

PADA  awal bacaan Injil hari ini, dikisahkan bahwa murid-murid Yohanes bertanya kepada Tuhan Yesus mengapa mereka dan orang Farisi berpuasa sedangkan murid-murid Tuhan Yesus tidak. Pertanyaan murid-murid Yohanes bisa berarti mereka ingin tahu sebabnya tanpa ada maksud lain atau bisa juga ingin mencemooh Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya yang tidak berpuasa. Saya ingin bercerita sedikit, dulu pada saat masa Pra-Paskah, saya bisa melakukan pantang dengan tidak makan daging selama masa Pra-Paskah serta berpuasa. Saya merasa sudah menjalankan ibadat dengan baik sedangkan teman-teman saya menjalankan pantang secara sambil lalu, kadang malah tidak pantang sama sekali. Saya berpikir kalau pantang saja mereka ogah-ogahan apalagi puasa. Saya mencemooh dalam hati bahwa mereka bukanlah pengikut Tuhan yang baik.

Setelah makin dalam mengenal Tuhan Yesus, saya sadar bahwa bukanlah aturan dan adat istiadat yang dipentingkan oleh Tuhan Yesus melainkan kasih dan pengampunan. Saya tidak sepantasnya mencemooh teman-teman saya yang berpuasa dan berpantang lebih sedikit. Saya seharusnya merenungkan akan kasih Tuhan yang telah dicurahkan pada diri saya dan melatih diri untuk lebih mengasihi sesama saya secara tulus.     Teman, kegiatan puasa dan pantang seharusnya membawa kita lebih dekat kepada Tuhan dan semakin menghadirkan Tuhan pada sesama kita. [RW]  

Apakah saya sudah melakukan puasa dan pantang dengan benar?

DOA(†)
Tuhan, ajar kami untuk lebih mengutamakan Engkau dan juga kasih  dalam melakukan pantang dan puasa. Amin(†)