The first name is Zolpidam 10 Mg if we buy viagra now Make sure that you do not sleep in day. viagra online buy Erection dysfunction is triggered as an effect of buy female viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the viagra buy cheap Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take buy brand viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble within the selling of expired buy discount viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because of buy viagra professional A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta ou hipertenso, viagra best buy For quality as well as inexpensive services that are Canadian, you will not buy discount viagra online
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Minggu, 13 Juli 2014
Minggu Biasa XV
Yesaya 55:10-11
Mazmur 65:10a-d, 10e-11, 12-13, 14
Roma 8:18-23
Matius 13:1-23

“Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya.”
(Mazmur 65:10)

PRAKTIKUM  IPA, menanam biji kacang hijau. Pasti pernah dong? Biji kacang hijau diletakkan pada wadah berisi kapas basah/tanah di tempat yang terkena sinar matahari. Setiap hari kita diminta mencatat perkembangannya, hingga menjadi kecambah dan berapa centi tinggi kecambah tersebut. Kalo si biji kacang hijau bisa ngomong, dia akan cerita kalo prosesnya untuk tumbuh itu tidak mudah. Biji awalnya menyerap air dan zat dalam media yang ada (ie. Tanah), lalu diolah, lalu biji itu terkoyak dan melakukan penguraian, akar tumbuh, zat makanan disalurkan, lalu tumbuh sedikit dan berkembang. Singkatnya begitu.

Setiap dari kita juga mengalami apa yang dialami biji kacang hijau itu, kita ditempa, terkena masalah, sakit, dan bergumul, “Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.”(Rm 8:22). Tuhan Yesus berkata “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” (Mat 13:9). Mendengar yang maksud adalah mendengarkan sekaligus berusaha mengerti dan berubah (baca: berbuah). Jadilah benih yang ditabur pada tanah yang subur, sekalipun melalui proses yang menyakitkan, coba artikan dan serap semua yang terjadi dalam hidup kita, karena Tuhan juga sudah berfirman bahwa tidak ada yang sia-sia. Pilihlah untuk tumbuh dan berbuah dengan melaksanakan kehendak Allah. [LH]

Apa aku mau tumbuh dan berbuah demi kemuliaan Tuhan?

DOA(†)
Tuhan, ajar kami bertumbuh dan berbuah bagi kemuliaan-Mu. Amin(†)