Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Rabu, 16 Juli 2014
Yesaya 10:5-7, 13-16
Mazmur 94:5-6,7-8,9-10,14-15
Matius 11:25-27


".. Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya...Sebab hukum akan kembali kepada keadilan,  dan akan diikuti oleh semua orang yang tulus hati.”
(Mazmur 94:14-15)

INJIL hari ini tentang doa syukur Yesus kepada Bapa. Dalam doa itu ditegaskan bahwa Allah adalah Bapa dan Tuhan langit dan bumi. Ia adalah pencipta dan pemimpin atas segala mahkluk ciptaannya yang sekaligus maha baik dan penuh kasih saying. Hal yang selanjutnya, dalam doa itu mengadung peringatan yang sangat keras tentang kesomobongan yang dapat mejauhkan kita dai cinta dan pengetahuan tentang Allah. Ketika kesombongan itu ada dalam diri manusia, mereka menjadi saling menindas, terutama dengan kaum yang lebih lemah. Tetapi Tuhan yang maha tahu dan maha adil akan menghukum umatNya supaya kembali kepada keadilan. Nabi Yesaya bernubuat tentang kehancuran bangsa Asyur yang akan dihukum oleh Tuhan karena kesombongan dan kecongkakkan mereka.

Kesombongan adalah akar dari segala perbuatan jahat dan sangat besar pengaruhnya karena menjerumuskan kita ke dosa-dosa selnjutnya. Yesus mempertentangkan kesombongan dengan keredahan hati dan kepolosan anak kecil. Kerendahan hati itu seperti anak kecil yang meilhat dengan jujur, tanpa berupra-pura, yang mengakui ketergantungannya dan kepercayaan seutuhnya kepada orang yang lebih bisak. Hanya orang yang rendah hati akan menerima kebijaksanaan dan pemahaman tentang Allah dan jalan-jalanNya. [mhr]

Apakah kita sudah rendah hati?

DOA(†)
Tuhan, anugrahkanlah aku hati yang polos dan rendah hati sehingga dapat dengan mudah menerima hikmat Mu. Amin(†)