The first name is Zolpidam 10 Mg if we buy viagra now Make sure that you do not sleep in day. viagra online buy Erection dysfunction is triggered as an effect of buy female viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the viagra buy cheap Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take buy brand viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble within the selling of expired buy discount viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because of buy viagra professional A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta ou hipertenso, viagra best buy For quality as well as inexpensive services that are Canadian, you will not buy discount viagra online
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Jumat, 1 Agustus 2014

 

Yeremia 26:1-9

Mazmur 69:5,8-10,14

Matius 13:54-58

 

Dan ketidakpercayaan mereka tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

(Matius 13:58)

 

SEMUA orang pasti ingin merasakan mujizat Tuhan. Sebagai anak-anak-Nya, kita pasti meninginkan Bapa di Sorga selalu hadir dalam kehidupan kita. Kepercayaan pada Tuhan menjadi kunci utama. Namun bacaan injil hari ini menceritakan yang sebaliknya, yaitu ketidakpercayaan orang-orang yang sebangsa dengan Tuhan Yesus di Nazaret bahwa Dialah yang diutus Bapa untuk menyelamatkan umat Allah. Tuhan Yesus ditolak karena mereka memiliki konsep bahwa seorang Mesias haruslah orang hebat dan memiliki kekuatan duniawi yang sanggup menaklukan segalanya, namun ternyata sosok yang mereka idam-idamkan tidak ditemukan di dalam pribadi Yesus yang merupakan anak tukang kayu yang sederhana, tidak memiliki kekuatan duniawi, dan terkesan orang biasa-biasa saja.

 

Pemikiran yang tidak mau terbuka pada kehendak Allah inilah yang menyebabkan mereka tidak percaya dan menolak Yesus. Pada saat mereka memutuskan untuk menolak Yesus maka dengan jelas kitab suci berkata: “Tidak banyak mujizat yang terjadi”. Allah adalah kasih dan karena kasih Allah itulah maka Dia tidak dapat memaksa agar orang percaya kepada Dia. Keputusan ada di tangan kita. Kalau kita rindu Allah dapat bekerja secara bebas dan melakukan perkara yang dahsyat maka kita harus terbuka pada rencana Allah karena Ia lebih tahu apa yang terbaik bagi kita anak-anak-Nya. [sTF]

 

Apakah aku sungguh percaya pada Tuhan?

 

DOA(†)

Tuhan Yesus ajarkanlah kami selalu percaya kepadaMu agar mujizat boleh terjadi dalam hidup kami. Amin(†)