Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Sabtu, 2 Agustus 2014

Yeremia 26:11-16,24

Mazmur 69:15-16,30-31,33-34

Matius 14:1-12

 

Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi."

(Matius 14:5)

 

ZAMAN sekarang orang cenderung ikut arus. Kalau bahasa keren-Nya “Go with the flow”. Banyak yang bilang kalau kita ikut arus berarti kita orangnya flesibel, tidak kaku, lebih modern. Apakah demikian? Kalau kita baca injil hari ini mengenai kisah Herodes dan Yohanes Pembaptis, maka kita akan melihat satu sosok yang cenderung go with the flow, yaitu Herodes; yang sebenarnya tahu persis bahwa Yohanes Pembaptis tidak melakukan kesalahan apapun sehingga dihukum mati, namun orang-orang di sekelilingnya seakan memaksa dia melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nuraninya, yaitu membunuh Yohanes Pembaptis. Penyebabnya adalah Herodes sudah berjanji kepada anak perempuan Herodias untuk memberikan apapun yang dinginkannya. Herodes tidak mau kehilangan muka. Ia tidak berani mengambil sikap memperjuangkan hal yang benar.

 

Hal ini kita alami juga saat ini. Pada saat kita berhadapan dengan arus dunia yang begitu keras menerpa kita. Apakah kita mampu untuk tetap berdiri teguh dalam iman dan hati nurani yang benar di hadapan Allah? Atau justru kita ikut arus dunia karena kita tidak berani ambil resiko untuk melawan arus? Sebagai seorang Katolik setiap hari kita akan diajak untuk ikut Tuhan dalam segala kebenaran-Nya dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bukan hanya bagi diri kita sendiri namun juga orang-orang di sekitar kita. [sTF]

 

Apakah kita berani untuk melawan arus dunia ini?

 

DOA(†)

Tuhan Yesus, bantulah kami untuk dapat berdiri teguh untuk melawan arus dunia yang tidak berkenan di hadapanMu. Amin(†)