Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Kamis, 4 September 2014

1 Korintus 3:18-23

Mazmur 24:1-2, 3-4ab, 5-6

Lukas 5:1-11

 

“Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara diantara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.”

(1 Korintus 3:18)

                                                       

BOY terlahir dari keluarga berada dan diberikan kecerdasan lebih dari teman-temannya, ia selalu menjadi juara kelas,sedangkan Hasim adalah anak yang biasa saja, hidup dari keluarga yang pas-pasan. Sepuluh tahun telah berlalu, suatu ketika Boy mendatangi pemilik perusahaan yang akan bekerjasama dengan dia. Betapa terkejutnya dia saat bertemu dengan pemilik perusahaan yang tidak lain adalah Hasim. Dalam benaknya terbersit pertanyaan: Bagaimana mungkin si Hasim yang tidak lebih pintar dari dia, hidupnyapun hanya pas-pasan bisa menjadi pemilik perusahaan? Akhirnya merekapun menceritakan kehidupan mereka satu sama lain. Hasim menceritakan kehidupannya yang jatuh bangun, namun dia tidak pernah putus asa, dan dengan kegigihan dan kerja kerasnya, saat ini, membawa hasil yang luar biasa. Mendengar cerita Hasim, Boymerasa sangat malu, selama ini dia tidak pernah menghargai orang lain, merasa dirinya lebih dari orang lain. Kelebihan yang ia miliki tidak ia syukuri namun malah menjadikan ia orang yang sombong dan merasa dirinya adalah paling benar, paling tahu segalanya.

 

Jangan pernah berhenti untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik hari demi hari, biarlah kelebihan yang kita miliki makin menjadikan kita pribadi yang penuh kasih dan rendah hati.  [W_6nd]

                                                       

Sudahkah kelebihan yang aku miliki, aku pergunakan untuk hal yang berguna tidak hanya bagiku namun bagi orang lain di sekelilingku?

 

DOA(†)

Tuhan ajarilah aku, agar dapat mempergunakan kelebihan yang aku miliki ini hanya untuk kemuliaan nama-Mu saja. Amin(†)